PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-BMKG Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini cuaca bagi masyarakat di Provinsi Riau. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang diprakirakan melanda sebagian besar wilayah Riau, Selasa (30/6/2026) sore hingga malam.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan perlu diwaspadai, terutama di wilayah yang rawan genangan maupun terdampak cuaca ekstrem.
Berdasarkan informasi cuaca harian BMKG Pekanbaru, kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari umumnya didominasi cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan ringan telah lebih dulu terpantau di sejumlah daerah berdasarkan hasil pemantauan radar cuaca.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru menyebutkan hujan ringan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hilir, serta sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu.
Memasuki sore hingga malam hari, wilayah yang berpotensi diguyur hujan diperkirakan semakin meluas. BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang akan terjadi di sebagian besar kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Tidak hanya itu, kondisi hujan diprediksi masih berlangsung hingga dini hari, terutama di sebagian wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.
BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai sambaran petir dan angin kencang. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas luar ruangan, perjalanan darat, maupun aktivitas masyarakat yang berada di wilayah terbuka.
Selain memperingatkan potensi hujan, BMKG juga merilis kondisi meteorologi terkini di Riau. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 23 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 50 hingga 100 persen.
Sementara itu, angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan berkisar 10 hingga 30 kilometer per jam.
Di sektor kelautan, BMKG menyatakan tinggi gelombang laut di sebagian besar perairan Riau masih berada pada kategori rendah, yakni sekitar 0,5 hingga 1,25 meter.
Meski demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut diminta tetap berhati-hati karena terdapat potensi gelombang kategori sedang dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Rokan Hilir serta perairan Dumai-Bengkalis.
Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian, terutama bagi kapal nelayan berukuran kecil maupun aktivitas pelayaran di wilayah tersebut.
Di sisi lain, BMKG juga melaporkan masih adanya titik panas atau hotspot yang terpantau di Provinsi Riau. Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 23.00 WIB, terdapat tujuh titik panas yang tersebar di tiga kabupaten.
Sebanyak lima titik panas berada di Kabupaten Kuantan Singingi, satu titik di Kabupaten Pelalawan, dan satu titik lainnya berada di Kabupaten Indragiri Hilir.
Data tersebut menunjukkan potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu diantisipasi meskipun sebagian wilayah diprakirakan mengalami hujan.
Secara regional, Pulau Sumatera mencatat total 116 titik panas. Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 57 titik.
Selanjutnya disusul Provinsi Jambi dan Bengkulu yang masing-masing mencatat 12 titik panas. Kepulauan Bangka Belitung terpantau memiliki 10 titik, Lampung sembilan titik, Sumatera Barat delapan titik, Riau tujuh titik, dan Kepulauan Riau satu titik.
BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum beraktivitas, terutama bagi warga yang berada di wilayah dengan potensi hujan lebat, petir, maupun angin kencang.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di daerah yang masih terdeteksi memiliki titik panas, sehingga risiko bencana dapat diminimalkan melalui langkah antisipasi sejak dini. (ria)






