Siak Naik Peringkat MTQ Riau 2026, Bupati Afni Siapkan Pembinaan Berjenjang Berbasis Putra Putri Daerah

Wabup Syamsurizal bersama kafilah Siak yang berhasil menunjukan prestasi terbaiknya. (Foto: Dok. Kominfo Siak)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kabupaten Siak mencatatkan kemajuan di Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026. Kali ini, Siak naik satu tingkat dari posisi ketujuh menjadi peringkat keenam.

Di balik kenaikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak menegaskan, pencapaian itu bukan sekadar target kompetisi, melainkan hasil awal dari strategi membangun sumber daya manusia Al-Qur’an melalui pembinaan berkelanjutan yang mengandalkan putra-putri asli daerah.

Kenaikan peringkat ini menjadi indikator bahwa pola pembinaan yang selama beberapa tahun terakhir dijalankan mulai menunjukkan hasil. Pemerintah Kabupaten Siak kini mengarahkan fokus pada penguatan sistem pembinaan yang lebih terstruktur agar mampu meningkatkan kualitas qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta cabang-cabang MTQ lainnya secara berkesinambungan.

Strategi tersebut dinilai memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar mengejar prestasi tahunan. Selain memperkuat kualitas generasi Qurani, pembinaan yang dilakukan secara berjenjang juga diharapkan mampu menciptakan kader-kader baru yang dapat mewakili daerah dalam berbagai ajang keagamaan, sekaligus memperkuat identitas Siak sebagai daerah yang konsisten membangun kehidupan religius berbasis potensi lokal.

Penutupan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau berlangsung di Astaka Utama Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (3/7/2026) malam. Pemerintah Kabupaten Siak diwakili Wakil Bupati Syamsurizal yang menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Siak.

Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, M.Si menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah, pengurus LPTQ Kabupaten Siak, pelatih, pembina, pendamping, serta berbagai pihak yang berkontribusi terhadap peningkatan prestasi tersebut.

Menurut Afni, keberhasilan naik satu peringkat merupakan buah dari semangat bersama dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh kafilah, pengurus LPTQ Kabupaten Siak, Bapak Wakil Bupati, Anjengan Adam dan semua pihak yang telah bekerja keras. Tahun lalu kita berada di peringkat tujuh, tahun ini naik menjadi peringkat enam. Prestasi ini tidak terlepas dari semangat bersama membumikan Al-Qur’an,” ujarnya.

Meski demikian, Afni menilai capaian tersebut belum menjadi titik akhir. Pemerintah Kabupaten Siak justru menjadikannya sebagai fondasi untuk membangun sistem pembinaan yang lebih kuat sehingga prestasi dapat terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Baca juga:  SF Hariyanto Emosi Lihat Kepala OPD Ramai-Ramai Absen Saat Paripurna APBD

Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperkuat pembinaan secara rutin melalui LPTQ Kabupaten Siak. Pembinaan tidak hanya dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ, tetapi berlangsung sepanjang tahun dengan pola yang lebih terukur.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan kantor baru LPTQ Kabupaten Siak yang berada di kawasan strategis di pusat Kota Siak. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas pembinaan, pelatihan, dan pengembangan kemampuan peserta dari berbagai cabang lomba Al-Qur’an.

Dengan tersedianya sarana yang lebih representatif, proses pembinaan diharapkan dapat berlangsung lebih intensif sehingga regenerasi qari dan qariah tidak bergantung pada persiapan jangka pendek menjelang perlombaan.

Yang menjadi perhatian khusus Bupati Afni adalah komitmen mempertahankan identitas kafilah Siak sebagai representasi masyarakat daerah sendiri. Seluruh peserta yang tampil pada MTQ Riau tahun ini merupakan putra-putri asli Kabupaten Siak tanpa mendatangkan peserta dari luar daerah.

Kebijakan tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena menunjukkan bahwa peningkatan prestasi dapat dicapai melalui investasi pembinaan sumber daya manusia lokal. Model seperti ini sekaligus memperkuat keberlanjutan prestasi karena daerah memiliki stok kader yang terus berkembang dari hasil pembinaan internal.

Bagi pemerintah daerah, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa investasi pada pembinaan lebih penting dibanding mengandalkan peserta dari luar yang hanya berorientasi pada pencapaian jangka pendek.

Ke depan, pola pembinaan akan diperluas hingga ke tingkat kecamatan. LPTQ Kabupaten Siak dijadwalkan mulai mempersiapkan penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) dan MTQ tingkat kecamatan sebagai bagian dari proses pencarian bibit-bibit baru.

Menurut Afni, penyelenggaraan STQ maupun MTQ di tingkat bawah harus menjadi ruang pembinaan yang sesungguhnya, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

Pengalaman Afni yang pernah menjadi bagian dari kafilah MTQ menjadi salah satu alasan mengapa ia menaruh perhatian besar terhadap kualitas pembinaan. Ia menilai semangat memuliakan Al-Qur’an harus menjadi ruh utama setiap pelaksanaan STQ maupun MTQ.

Baca juga:  Kasus Dokter Icha di TTU Jadi Sorotan, IPDN Sebut DPRD Alami Krisis Etika

Karena itu, orientasi penyelenggaraan ke depan diarahkan tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga membangun kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, hadis, dan nilai-nilai yang dikandungnya.

Perkenalkan Budaya Siak
Selain peningkatan prestasi kafilah, Pemerintah Kabupaten Siak juga menilai keikutsertaan daerah dalam MTQ memberikan manfaat pada sektor lain, khususnya promosi ekonomi kreatif dan budaya.

Selama pelaksanaan MTQ Riau di Kabupaten Kuantan Singingi, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Siak ikut berpartisipasi melalui pameran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan tersebut menjadi ruang promosi berbagai produk unggulan Siak kepada masyarakat dari berbagai kabupaten di Riau.

Sementara itu, Dewan Kesenian Siak turut memperkenalkan identitas budaya daerah melalui pawai budaya yang digelar di kawasan Sungai Tepian Narosa. Kehadiran unsur budaya dalam ajang MTQ dinilai memperkuat citra Siak sebagai daerah yang mampu memadukan pembangunan keagamaan dengan pelestarian tradisi Melayu.

Bagi Pemerintah Kabupaten Siak, ajang MTQ bukan hanya menjadi arena kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga momentum memperkenalkan potensi daerah, menggerakkan ekonomi kreatif, memperluas promosi budaya, serta memperkuat jejaring antardaerah di Provinsi Riau.

Dengan modal kenaikan peringkat tahun ini, Pemerintah Kabupaten Siak optimistis mampu meningkatkan prestasi pada penyelenggaraan MTQ Provinsi Riau berikutnya. Namun, target tersebut akan ditempuh melalui penguatan pembinaan yang berkelanjutan, regenerasi peserta berbasis putra daerah, serta menjadikan nilai pemuliaan Al-Qur’an sebagai fondasi utama setiap program LPTQ.

“InsyaAllah tahun depan kita kembali bertemu di MTQ dengan prestasi yang lebih baik,” ujar Afni. (bsh)