BMKG Temukan 5 Hotspot di Riau, Hujan Hari Ini Masih Berpotensi Turun

BMKG memperkirakan hujan masih akan mengguyur sejumlah wilayah di Riau. (Foto: Antara)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi lima titik panas (hotspot) di Provinsi Riau berdasarkan hasil pemantauan hingga Minggu (5/7/2026) pukul 23.00 WIB. Meski hujan masih berpotensi turun di sejumlah wilayah pada Senin (6/7/2026), masyarakat tetap diminta tidak lengah terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan lima hotspot tersebut tersebar di tiga daerah, yakni Kabupaten Pelalawan sebanyak tiga titik, Kota Dumai satu titik, dan Kabupaten Rokan Hilir satu titik.

“Di Riau terpantau lima titik panas yang tersebar di Kabupaten Pelalawan, Kota Dumai, dan Kabupaten Rokan Hilir. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan,” kata Ranti.

Temuan tersebut menjadi bagian dari pemantauan BMKG terhadap kondisi di Pulau Sumatera. Hingga pukul 23.00 WIB, tercatat sebanyak 147 hotspot tersebar di delapan provinsi. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 69 titik, disusul Jambi 18 titik, Lampung 16 titik, Kepulauan Bangka Belitung 14 titik, Aceh 12 titik, Bengkulu tujuh titik, Sumatera Barat enam titik, dan Riau lima titik.

Baca juga:  Hujan Berpotensi Guyur Pekanbaru Dini Hari, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem

Meski terdapat titik panas di Riau, BMKG belum mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Sebaliknya, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah sepanjang Senin.

Pada pagi hari, hujan berpotensi turun di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Indragiri Hilir. Selanjutnya pada siang hingga sore hari, hujan diprakirakan meluas ke Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, hingga Kota Pekanbaru.

Sementara itu, pada malam hingga dini hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan masih terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Kuantan Singingi. Adapun wilayah lainnya umumnya berada dalam kondisi udara kabur, cerah berawan hingga berawan.

“Pada pagi hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Indragiri Hilir. Selanjutnya pada siang hingga sore hari, hujan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, dan Kota Pekanbaru,” ujar Ranti.

BMKG mencatat suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 99 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.

Baca juga:  Songket Pekanbaru Tembus Malaysia, Krisis Penenun Jadi Ancaman di Balik Kesuksesan

Di wilayah perairan, tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah. Kendati demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diminta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan pelayaran.

“Meski demikian, masyarakat yang beraktivitas di laut tetap diminta memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar,” kata Ranti.

BMKG menilai kombinasi antara pemantauan hotspot dan prakiraan cuaca perlu menjadi perhatian masyarakat. Hujan yang masih berpotensi terjadi memang dapat membantu menjaga kelembapan lahan di sejumlah wilayah, namun keberadaan titik panas menunjukkan perlunya kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di daerah yang rawan kebakaran.

Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan terus mengikuti pembaruan informasi cuaca dari BMKG, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan. (mcr)