PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, sebagian besar wilayah Riau masih berpotensi diguyur hujan, Sabtu (25/7/2026). Selain hujan ringan dan sedang, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah.
Peringatan ini menjadi perhatian, karena cuaca ekstrem diprakirakan dapat terjadi sejak pagi hingga dini hari. Kondisi ini berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan darat, kegiatan luar ruangan, hingga sektor pelayaran meski tinggi gelombang laut masih tergolong rendah.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ranti Kurniati mengatakan, peluang hujan mulai muncul sejak pagi di beberapa wilayah Riau.
“Pada pagi hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, dan Kota Dumai,” kata Ranti.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuantan Singingi dan Dumai.
Potensi cuaca ekstrem tersebut diprakirakan dapat terjadi pada pagi, siang hingga sore, bahkan berlanjut pada malam sampai dini hari.
Memasuki siang hingga sore, cakupan hujan diperkirakan semakin meluas. Wilayah yang berpotensi diguyur hujan meliputi Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Pelalawan, Siak, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.
Malam hari, hujan masih diprakirakan terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
Sementara itu, dini hari hujan diprediksi masih mengguyur Kabupaten Kuantan Singingi, Kampar, Pelalawan, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Siak, Kota Dumai dan Pekanbaru.
Hotspot di Riau Naik Menjadi Tujuh Titik
Di tengah peluang hujan yang masih cukup tinggi, BMKG juga mencatat adanya peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di Riau.
Berdasarkan pemantauan satelit hingga pukul 23.00 WIB, jumlah hotspot di Riau mencapai tujuh titik. Sebarannya terdiri atas tiga titik di Kota Dumai, tiga titik di Kabupaten Pelalawan, dan satu titik di Kabupaten Bengkalis.
Secara regional, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 186 titik. Sebaran terbanyak berada di Sumatera Selatan dengan 55 titik, disusul Lampung 35 titik, Jambi 29 titik, Aceh 14 titik, Bengkulu 14 titik, Sumatera Barat 13 titik, Bangka Belitung 10 titik, Sumatera Utara tujuh titik, Riau tujuh titik, serta Kepulauan Riau dua titik.
Data tersebut menunjukkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai meskipun sebagian wilayah Riau diprakirakan menerima curah hujan.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan diminta memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan karena keberadaan hotspot menunjukkan masih adanya potensi munculnya kebakaran hutan dan lahan.
“Meski peluang hujan masih cukup tinggi di sejumlah wilayah, masyarakat tetap diimbau tidak melakukan pembakaran lahan. Warga juga diharapkan tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” ujar Ranti.
Informasi cuaca ini penting menjadi acuan bagi masyarakat, pelaku usaha, petani, nelayan, hingga pengguna jalan agar dapat menyesuaikan aktivitas dan mengantisipasi risiko yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.
BMKG juga mengimbau masyarakat terus memantau pembaruan informasi cuaca sebagai langkah mitigasi menghadapi perubahan kondisi atmosfer yang masih dinamis di wilayah Riau. (mcr)



