Harga Ayam Potong di Pekanbaru Tembus Rp40 Ribu, Pedagang Batasi Penjualan

Harga ayam potong di Pekanbaru mengalami kenaikan. (Foto: Wahyu Falatehan)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Harga ayam potong di Pasar Cik Puan, Pekanbaru, Riau terus melonjak dalam beberapa minggu terakhir. Kondisi tersebut mulai berdampak langsung kepada pedagang dan pembeli karena harga ayam kini mencapai Rp40.000 per kilogram.

Kenaikan harga ayam potong Pekanbaru tersebut disebut terjadi secara bertahap dari tingkat pemasok. Pedagang mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan karena harga yang mereka terima dari distributor sudah lebih tinggi.

Situasi semakin sulit karena pasokan yang diterima pedagang juga berkurang. Jika sebelumnya pedagang bisa mendapatkan sedikitnya delapan hingga 10 kotak ayam potong, kini jumlahnya hanya sekitar tiga sampai empat kotak.

Sri Arisma, salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Cik Puan, mengatakan kenaikan harga berlangsung hampir setiap hari. Kondisi itu membuat pedagang kesulitan mempertahankan harga jual sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Tiap hari naik terus harganya. Sekarang sudah menyentuh 40 ribu rupiah per kilogram. Kami pedagang sebenarnya tidak tahu pasti apa penyebab utamanya, dari distributor harganya memang sudah naik,” ujarnya.

Menurut Sri, kondisi saat ini berbeda jauh dibandingkan sebelumnya. Harga ayam potong yang sebelumnya berada di kisaran Rp25.000 per kilogram kini telah naik hingga Rp40.000 per kilogram.

BACA JUGA :  Rupiah Menguat ke Rp17.847, IHSG Justru Turun 0,27 Persen

Kenaikan tersebut berarti terdapat selisih sekitar Rp15.000 per kilogram dibandingkan harga sebelumnya. Bagi pedagang maupun konsumen, perubahan harga itu menjadi beban karena ayam potong merupakan salah satu komoditas yang diperdagangkan setiap hari di pasar.

Selain harga yang meningkat, persoalan lain muncul dari sisi ketersediaan barang. Sri menyebut jumlah ayam yang diterima dari distributor kini jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Biasanya dapat 10 minimal 8 kotak, sekarang di jatah hanya 3 sampai 4 kotak ayam potong,” keluh Sri.

Terbatasnya pasokan membuat pedagang tidak bisa lagi menjual ayam secara bebas kepada seluruh pembeli. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang masih dapat dilayani, Sri terpaksa memprioritaskan penjualan kepada pembeli yang sudah menjadi langganannya.

Kebijakan tersebut menjadi pilihan pedagang karena jumlah ayam yang tersedia tidak sebanding dengan kebutuhan pembeli. Di sisi lain, pedagang juga harus menghadapi risiko penurunan pendapatan akibat berkurangnya volume penjualan.

Sri menyebut pendapatannya kini mengalami penurunan hingga 50 persen. Penurunan tersebut terjadi di tengah kenaikan harga komoditas, sehingga pedagang menghadapi tekanan dari dua sisi sekaligus, yakni pasokan yang terbatas dan kemampuan pembeli yang harus menyesuaikan diri dengan harga baru.

BACA JUGA :  Operasi Pasar Murah Riau Kembali Digelar di 5 Titik, Cek Jadwal dan Harga Bahan Pokok

Kondisi di Pasar Cik Puan ini menunjukkan bahwa perubahan harga di tingkat pemasok dapat langsung berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan di tingkat pasar. Ketika pasokan berkurang dan harga dari distributor meningkat, pedagang memiliki ruang yang semakin terbatas untuk menjaga harga tetap terjangkau.

Bagi masyarakat Pekanbaru, perkembangan harga ayam potong menjadi perhatian karena kenaikan harga langsung dirasakan ketika berbelanja kebutuhan pangan. Pedagang juga harus menyesuaikan pola penjualan agar stok yang terbatas dapat memenuhi sebagian kebutuhan pelanggan.

Sebelum harga mencapai Rp40.000 per kilogram, ayam potong di Pasar Cik Puan masih berada di kisaran Rp25.000 per kilogram. Namun, kenaikan berlangsung bertahap hingga mencapai harga saat ini.

Pedagang berharap, kondisi tersebut segera mendapat perhatian pemerintah daerah melalui dinas terkait. Mereka meminta pemerintah menelusuri rantai distribusi ayam potong untuk mengetahui penyebab kenaikan harga sekaligus persoalan terbatasnya pasokan.

Penelusuran terhadap rantai distribusi dinilai penting bagi pedagang karena kenaikan harga yang mereka terima berasal dari tingkat pemasok. Dengan mengetahui perkembangan harga pada setiap mata rantai distribusi, pemerintah diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai penyebab kenaikan yang terjadi di pasar.

BACA JUGA :  Operasi Pasar Murah Riau Kembali Digelar di 5 Titik, Cek Jadwal dan Harga Bahan Pokok

Pedagang juga berharap pasokan ayam potong kembali normal. Ketersediaan barang yang lebih memadai dinilai akan membantu pedagang memenuhi permintaan masyarakat tanpa harus membatasi penjualan hanya kepada pelanggan tertentu.

Untuk saat ini, pedagang di Pasar Cik Puan masih menghadapi situasi harga ayam potong yang mencapai Rp40.000 per kilogram. Di tengah kondisi tersebut, mereka harus menyesuaikan jumlah penjualan dengan pasokan yang diterima dari distributor.

Kenaikan harga dan berkurangnya pasokan menjadi persoalan yang dirasakan langsung di tingkat pasar. Pedagang berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar penyebab kenaikan dapat diketahui dan stabilitas pasokan ayam potong di Pekanbaru dapat kembali terjaga. (why)