Kabut Asap Karhutla Riau, BSP Salurkan 20.000 Masker ke Masyarakat

Sejumlah karyawan BSP membagikan masker kepada masyarakat pengguna jalan. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengganggu aktivitas warga di sejumlah daerah Riau mendapat respons dari PT Bumi Siak Pusako (BSP).

Melalui program BSP Peduli, perusahaan menyiapkan 20.000 masker bagi masyarakat yang terdampak paparan asap.

Distribusi bantuan dimulai sejak 31 Agustus 2026. Masker disalurkan ke empat wilayah, yakni Kabupaten Siak, Kampar, Pelalawan dan Kota Pekanbaru.

Bantuan diberikan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas warga. Penyaluran juga dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.

Langkah ini diarahkan kepada masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah ketika kondisi udara terganggu asap karhutla.

Paparan asap kebakaran hutan dan lahan dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di ruang terbuka.

Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah gangguan saluran pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA.

Direktur PT BSP Robi Junipa mengatakan persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan lingkungan.

Baca Juga :  Tiongkok, India dan Malaysia Serap 34,7 Persen Ekspor Riau

Menurut dia, dampak asap juga menyentuh sisi kemanusiaan karena masyarakat harus menjalani aktivitas sehari-hari dalam kondisi udara yang tidak sehat.

“Kita mungkin tidak akan pernah merasakan sepenuhnya apa yang dirasakan masyarakat yang berada dalam kepungan asap. Karena itu, ketika mereka membutuhkan dukungan, kita harus hadir,” kata Robi.

Menurut Robi, masker menjadi salah satu bentuk bantuan yang bisa segera diberikan kepada warga untuk membantu mengurangi paparan asap.

Ia meminta masyarakat tetap memperhatikan perkembangan kualitas udara, terutama ketika hendak melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk tetap menggunakan masker dan memperhatikan kondisi kualitas udara,” ujarnya.

Robi juga meminta warga mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak saat kualitas udara memburuk.B

Dorong Penanganan Karhutla Bersama
BSP menilai persoalan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah atau satu institusi.

Baca Juga :  Mitsubishi Pajero Generasi Baru Tampil Gagah, Bawa Mesin Diesel 2.4 L dan S-AWC

Pemerintah daerah, perusahaan, TNI-Polri, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya dinilai perlu memperkuat koordinasi di lapangan.

Robi mengapresiasi pemerintah daerah yang terus berkoordinasi dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan di Riau.

“Kami sangat menghargai dukungan dan kepemimpinan pemerintah daerah. Kolaborasi seperti ini membuat kita bisa bergerak lebih cepat dan memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Ia menegaskan BSP siap mendukung upaya pemerintah dan pihak terkait dalam menghadapi kondisi karhutla.

Menurut Robi, perlindungan masyarakat harus menjadi perhatian selama kebakaran dan paparan asap masih terjadi.

“Yang paling penting sekarang adalah masyarakat terlindungi, kesehatan mereka terjaga, dan kita bersama-sama mencegah agar kondisi ini tidak semakin buruk,” tegasnya.

BSP Peduli Sasar Masyarakat Terdampak
Program BSP Peduli menjadi bagian dari respons perusahaan terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat di wilayah terdampak.

Baca Juga :  NTP Riau Naik Jadi 194,66, Daya Beli Petani Kini Menguat

Sebanyak 20.000 masker disalurkan dengan menyasar empat daerah di Riau. Distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan titik aktivitas masyarakat dan koordinasi bersama pihak terkait.

BSP juga mengingatkan masyarakat agar memperoleh informasi mengenai kualitas udara, perkembangan karhutla dan imbauan kesehatan dari sumber resmi pemerintah.

Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan.

Di tengah situasi karhutla, BSP berharap dukungan tersebut dapat membantu mengurangi paparan asap sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap keselamatan masyarakat. (bsh)