Dentuman Keras Guncang Dumai, Pertamina Ungkap Penyebab Kobaran Api di Kilang

Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Warga yang tinggal di sekitar Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai, Riau, dikejutkan suara dentuman keras, Rabu (2/9/2026) malam.

Suara tersebut terdengar dua kali dari arah kawasan kilang. Peristiwa itu sempat membuat masyarakat sekitar khawatir karena bersamaan dengan munculnya kobaran api besar di area fasilitas pengolahan minyak.

Informasi dari warga menyebut dentuman pertama terdengar sekitar pukul 22.50 WIB. Sekitar 25 menit kemudian, suara keras kembali terdengar pada pukul 23.15 WIB.

Situasi itu kemudian ramai diperbincangkan masyarakat, termasuk melalui media sosial.

Pertamina Jelaskan Asal Dentuman
PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai memastikan suara keras dan membesarnya kobaran api di kawasan kilang berkaitan dengan aktivitas teknis fasilitas.

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai, Muhammad Rum mengatakan, terdapat kendala operasional pada salah satu unit proses.

Baca Juga :  KLH Segel 21 Perusahaan Terkait Karhutla, Satu Ada di Riau

Menurut dia, kondisi tersebut memicu suara bising dan peningkatan kobaran api pada fasilitas flare.

“Kami menyampaikan bahwa saat ini terdapat kendala operasional pada salah satu unit proses di area kilang yang menyebabkan timbulnya suara bising dan api obor (flare) membesar seperti yang beredar di media sosial,” kata Muhammad Rum.

Dijelaskan, suara dentuman muncul ketika tekanan dari sistem dilepaskan menuju pipa flare. Proses itu berlangsung saat tim melakukan tahapan start up pada salah satu unit operasional kilang.

Dengan mekanisme tersebut, tekanan dilepas melalui sistem flare sebagai bagian dari pengamanan fasilitas selama proses operasional.

Kobaran Api Besar Disebut Bagian dari Sistem Flare
Pertamina juga menjelaskan mengenai api besar yang terlihat warga dari sekitar kawasan kilang.

Baca Juga :  Karhutla Picu Kerugian Rp5,3 Triliun, Riau Masuk Daftar

Api tersebut berasal dari fasilitas flare. Besarnya nyala api berkaitan dengan proses pelepasan tekanan dari sistem selama tahapan operasional berlangsung.

Pihak Pertamina menyatakan tim teknis langsung melakukan penanganan terhadap kondisi tersebut. Penanganan dilakukan dengan mengacu pada prosedur operasional yang berlaku di lingkungan kilang.

Pertamina juga memastikan kondisi fasilitas saat ini telah aman dan situasi di kawasan operasi terkendali.

“Kondisi ini bagian dari proses produksi kilang dan sudah ditangani sesuai prosedur. Kami tegaskan bahwa saat ini kondisi telah ditangani dengan baik dan seluruh fasilitas dalam kondisi aman serta kondusif,” ujar Muhammad Rum.

Minta Warga Tidak Panik
Peristiwa dentuman tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan Kilang RU II Dumai.

Pertamina menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat suara keras dan kondisi flare yang terlihat lebih besar.

Baca Juga :  Hotspot Riau Sore Ini Melonjak Jadi 64 Titik, Jarak Pandang Masih Relatif Baik

“Kami memahami ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak,” kata Muhammad Rum.

Pertamina juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum mendapat konfirmasi.

Warga diminta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang beredar di media sosial sebelum ada penjelasan resmi dari pihak terkait.

Sampai penjelasan tersebut disampaikan, Pertamina menyatakan kondisi fasilitas Kilang RU II Dumai berada dalam keadaan aman dan kondusif. (why)