Gunung Sinabung Siaga, Warga Dua Desa di Karo Dievakuasi

Gunung Sinabung kini berstatus Siaga. (Foto: Badan Geologi, PVMBG)

KARO, FOKUSRIAU.COM-Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara terus meningkat. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah mengevakuasi warga dari dua desa.

Gunung Sinabung naik dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga, Senin (31/8/2026). Dua wilayah yang mendapat penanganan evakuasi yakni Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat dan Desa Payung di Kecamatan Payung.

Keputusan evakuasi dibahas dalam rapat kesiapsiagaan Forkopimda Kabupaten Karo di Kabanjahe.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting mengatakan, warga kedua desa telah diarahkan menuju sejumlah tempat penampungan.

Masyarakat Desa Kuta Tengah akan ditempatkan di lokasi pengungsian Desa Sukatepu, Losd dan KDMP. Sementara warga Desa Payung diarahkan menuju Losd Desa Batukarang.

Baca Juga :  Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Membubung 3.500 Meter

Pemerintah Kabupaten Karo menyiapkan fasilitas penampungan bersama BPBD, TNI, Polri dan unsur terkait. Personel juga disiagakan untuk membantu proses pemindahan warga dari wilayah yang dinilai berisiko.

Pos Terpadu Didirikan
Pemkab Karo turut memperkuat koordinasi lapangan dengan mendirikan sejumlah pos terpadu. Pos utama ditempatkan di Kantor Koramil Simpang Empat. Pos tambahan disiapkan di Simpang Tigakicat.

Pos tersebut mendukung penanganan warga Desa Kuta Tengah selama proses evakuasi. Untuk wilayah Desa Payung, pos penanganan ditempatkan di Kantor Camat Payung.

Pemerintah daerah bersama petugas gabungan terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Sinabung.

Minta Warga Siap Dievakuasi
Pemkab Karo mengingatkan warga di zona bahaya agar tidak panik menghadapi peningkatan aktivitas gunung api. Masyarakat diminta mengikuti setiap arahan petugas di lapangan.

Baca Juga :  Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Membubung 3.500 Meter

Warga juga diminta menyiapkan kebutuhan untuk evakuasi apabila aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kondisi yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat di kawasan terdampak. (ant)