PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Sebanyak 62 titik panas (hotspot) terpantau di Riau, Senin (31/8/2026) pagi. Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi.
Dari seluruh titik yang terdeteksi, 49 hotspot berada di Inhil. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan daerah lain di Riau.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Indah DN mengatakan, pemantauan hotspot juga menunjukkan aktivitas cukup tinggi di wilayah Sumatera.
“Total titik panas wilayah Sumatera sebanyak 1.874 titik, sedangkan Riau terdeteksi 62 titik,” ujar Indah.
Inhil Mendominasi Sebaran Hotspot
Sebaran hotspot di Riau tidak merata. Inhil mencatat jumlah tertinggi dengan 49 titik. Kabupaten Pelalawan berada di urutan berikutnya dengan tujuh hotspot. Kemudian Indragiri Hulu memiliki empat titik panas.
Sementara Kuantan Singingi dan Siak masing-masing terpantau satu hotspot. Dengan data tersebut, hotspot Riau tersebar di lima kabupaten. Wilayah itu meliputi Inhil, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi dan Siak.
Kondisi ini membuat pemantauan di wilayah yang memiliki titik panas perlu terus dilakukan. Terlebih, hotspot dapat menjadi salah satu petunjuk awal dalam melihat potensi kebakaran hutan dan lahan.
Sumsel Catat Hotspot Tertinggi di Sumatera
Dari pantauan regional, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 1.874 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah tertinggi. BMKG mencatat 1.019 hotspot berada di provinsi tersebut.
Bangka Belitung menyusul dengan 332 titik. Lampung tercatat 121 hotspot, sedangkan Aceh memiliki 119 titik.
Sumatera Utara memiliki 93 hotspot dan Jambi 85 titik. Sementara Bengkulu tercatat 18 titik dan Sumatera Barat 15 titik. Kepulauan Riau memiliki 10 hotspot. Riau berada pada angka 62 titik.
Cuaca Berawan, Hujan Berpeluang Turun
Di tengah munculnya puluhan hotspot, kondisi cuaca Riau pada Senin diprakirakan bervariasi. BMKG memperkirakan sejumlah wilayah mengalami udara kabur hingga berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga berpeluang turun di beberapa daerah.
Potensi hujan tersebut mencakup sejumlah wilayah yang sedang terpantau memiliki hotspot.
BMKG Pekanbaru terus mengikuti perubahan sebaran titik panas dan perkembangan cuaca di Riau. Pemantauan ini dibutuhkan untuk melihat perubahan kondisi yang dapat berkaitan dengan potensi karhutla.
Bagi wilayah dengan hotspot tinggi seperti Inhil, perkembangan cuaca dan kondisi lapangan menjadi bagian dari perhatian dalam pengawasan kebakaran hutan dan lahan. (zul)






