PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Nama Antonio Gamaroni mulai mencuri perhatian di awal perjalanannya bersama PSPS Pekanbaru pada Championship 2026/2027.
Penyerang asal Brasil itu langsung menunjukkan ketajamannya. Dari dua pertandingan yang sudah dimainkan PSPS Pekanbaru, Gamaroni telah mengoleksi tiga gol.
Catatan tersebut membuatnya masuk dalam jajaran pencetak gol terbanyak sementara Championship hingga pekan kedua.
Menariknya, seluruh gol PSPS Pekanbaru sejauh ini lahir dari kaki Gamaroni.
Gamaroni membuka rekening gol ketika PSPS Pekanbaru bertandang menghadapi PSIS Semarang pada pertandingan pertama.
Dalam laga yang berakhir 2-1 untuk kemenangan PSIS Semarang tersebut, Gamaroni mencetak gol PSPS pada menit ke-45 babak pertama.
Ia kembali menjadi pembeda ketika Asykar Bertuah menghadapi Persiraja Banda Aceh pada pertandingan kedua.
Tak hanya satu, Gamaroni memborong dua gol kemenangan PSPS Pekanbaru. Masing-masing tercipta pada menit ke-34 dan menit ke-40.
PSPS pun menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1.
Dengan tiga gol dari dua pertandingan, Gamaroni kini menjadi pencetak gol terbanyak PSPS Pekanbaru sekaligus salah satu pemain yang paling produktif di Grup A.
Lebih dari itu, ia menjadi satu-satunya pemain PSPS yang sudah mampu mencetak gol dalam dua pertandingan awal musim ini.
Asir Azis Tetap Jadi Perhatian
Sorotan tak hanya tertuju kepada Gamaroni. Performa Asir Azis juga menarik untuk diperhatikan.
Gelandang yang musim lalu menjadi pencetak gol terbanyak PSPS Pekanbaru tersebut belum berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada dua laga awal musim ini.
Padahal, sepanjang musim 2025/2026, Asir tampil menonjol. Permainannya ikut memberi warna terhadap lini serang PSPS dan beberapa gol berhasil ia sumbangkan.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas menilai, kondisi tersebut bukan berarti Asir mengalami penurunan permainan.
Menurut Akhyar, Asir tetap tampil bagus dan mampu menciptakan peluang. Hanya saja, keberuntungan belum berpihak kepadanya untuk menghasilkan gol.
Pergerakan Asir juga mulai mendapat perhatian dari lawan. Penjagaan lebih ketat membuat ruang geraknya tidak sebebas sebelumnya.
Situasi tersebut justru bisa membuka ruang bagi pemain PSPS lainnya, termasuk Gamaroni, untuk mengambil peran lebih besar di lini depan.
PSPS Cetak 3 Gol dan Kebobolan 3 Gol
Dari dua pertandingan yang telah dijalani, PSPS Pekanbaru mengoleksi satu kemenangan dan satu kekalahan.
Produktivitas tim masih identik dengan catatan Gamaroni. PSPS sudah mencetak tiga gol dan juga kebobolan tiga gol.
Pada pertandingan pertama, PSPS harus mengakui keunggulan PSIS Semarang dengan skor 2-1.
Hasil berbeda didapat pada laga kedua. Bermain menghadapi Persiraja Banda Aceh, pasukan Akhyar Ilyas mampu mengamankan kemenangan dengan skor 2-1.
Dua hasil tersebut membuat PSPS mengumpulkan tiga poin dari dua pertandingan.
Tempati Posisi Keenam Grup A
Dalam klasemen sementara Grup A Championship 2026/2027 hingga pekan kedua, PSPS Pekanbaru berada di posisi keenam dengan koleksi tiga poin.
Persikad Depok masih berada di posisi teratas dengan enam poin. Mereka menyapu bersih dua pertandingan dengan kemenangan.
PSMS Medan menempati posisi kedua dengan empat poin.
Sementara itu, PSIS Semarang berada di peringkat ketiga dengan tiga poin. Semen Padang dan PSGC Ciamis juga mengoleksi tiga poin.
PSPS Pekanbaru berada di bawah ketiga tim tersebut karena posisi klasemen ditentukan oleh sejumlah faktor statistik pertandingan.
Di bawah PSPS terdapat Bekasi City yang mengoleksi satu poin. Sumsel United belum mendapatkan poin.
Persiraja Banda Aceh dan Persiku Kudus masing-masing tercatat mengoleksi minus satu poin.
Klasemen Sementara Grup A Championship 2026/2027
- Persikad Depok: 6 poin
- PSMS Medan: 4 poin
- PSIS Semarang: 3 poin
- Semen Padang: 3 poin
- PSGC Ciamis: 3 poin
- PSPS Pekanbaru: 3 poin
- Bekasi City: 1 poin
- Sumsel United: 0 poin
- Persiraja Banda Aceh: -1 poin
- Persiku Kudus: -1 poin
Perjalanan kompetisi masih panjang. Namun, tiga gol Gamaroni dalam dua pertandingan memberi sinyal bahwa PSPS Pekanbaru sudah memiliki pemain yang sedang berada dalam momentum bagus di depan gawang.
Tantangannya kini adalah bagaimana Akhyar Ilyas menjaga produktivitas tersebut sekaligus membuat pemain lain ikut berkontribusi agar beban mencetak gol tidak hanya bertumpu pada Gamaroni. (trp)






