PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kabut asap kembali menekan kualitas udara di Riau. Selasa (6/10/2026) siang, kualitas udara di Kampar, Siak dan Kota Pekanbaru sama-sama menembus level berbahaya.
Angka pencemaran yang terpantau di sejumlah wilayah bahkan menunjukkan lonjakan tajam sejak dini hari. Konsentrasi partikulat halus dan debu di udara membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Kondisi paling ekstrem tercatat di Kabupaten Siak. Kecamatan Bunga Raya mencatat angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hingga 1.431. Angka ini jauh melewati ambang kategori berbahaya yang dimulai dari ISPU di atas 500.
Data kualitas udara yang dipublikasikan Pemerintah Kabupaten Siak menunjukkan, pencemaran udara telah menyebar hampir ke seluruh kecamatan.
Bunga Raya menjadi wilayah dengan kondisi terburuk. Setelahnya, Kerinci Kanan mencatat ISPU 203 yang masuk kategori sangat tidak sehat.
Sementara 12 kecamatan lainnya berada dalam kategori tidak sehat. Tualang mencatat 195, Lubuk Dalam 194, Minas 192, Koto Gasib 187, Kandis 184, Dayun 183, Sungai Mandau 179, Mempura 177, Pusako 173, Sungai Apit 171, Siak 169 dan Sabak Auh 169.
Artinya, seluruh 14 kecamatan di Kabupaten Siak pada pemantauan tersebut berada dalam rentang tidak sehat hingga berbahaya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak, Rozi Chandra mengatakan, informasi mengenai kualitas udara terus diperbarui agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan kondisi di wilayah masing-masing.
Pemkab Siak juga mengingatkan warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk. Penggunaan masker dianjurkan bagi masyarakat yang tetap harus keluar rumah.
Anak-anak, lanjut usia dan warga yang sensitif terhadap pencemaran udara juga perlu mendapatkan perhatian lebih.
Kampar Catat ISPU Tertinggi Sepanjang 2026
Di Kabupaten Kampar, situasi serupa juga terjadi. Angka ISPU mencapai 380 pada sekitar pukul 11.00 WIB dengan parameter kritis PM2.5.
Kondisinya bahkan sempat jauh lebih ekstrem pada pagi hari. Berdasarkan pemantauan aplikasi ISPUnet milik Dinas Lingkungan Hidup, nilai indeks tercatat berada di atas 2.000 pada pukul 05.00 hingga 07.00 WIB. Saat itu parameter kritis yang terpantau adalah PM10.
Lonjakan tersebut menempatkan Kampar sebagai salah satu wilayah dengan kualitas udara terburuk di Riau pada hari itu.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLH Kampar, Idrus menyebut, angka tersebut menjadi catatan tertinggi sepanjang 2026.
“Ini yang paling tinggi ISPU selama 2026 untuk Kampar,” ungkap Idrus.
Angka tersebut menggambarkan perubahan kualitas udara yang sangat cepat sejak dini hari. Kondisi atmosfer dan tingginya konsentrasi partikulat membuat kualitas udara dapat berubah dalam waktu singkat.
Pekanbaru Tak Lepas dari Kepungan Asap
Kondisi udara buruk juga dirasakan warga Kota Pekanbaru. Hingga pembaruan sekitar pukul 10.00 WIB, kualitas udara ibu kota Provinsi Riau itu masih berada pada kategori berbahaya.
Pemantauan menunjukkan kondisi tersebut sudah muncul sejak dini hari. Pekanbaru tercatat berada pada level berbahaya sekitar pukul 01.00 WIB, kemudian kembali tercatat pada pukul 03.00 WIB.
Memasuki pagi, kondisi itu belum membaik. Status berbahaya masih terlihat pada pemantauan pukul 05.00, 06.00, 07.00 dan 08.00 WIB hingga pembaruan pukul 10.00 WIB.
Data BMKG pada pagi hari juga menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru mencapai 298,7 mikrogram per meter kubik pada pukul 06.00 WIB.
Tingginya konsentrasi PM2.5 menandakan udara mengandung partikulat halus dalam jumlah besar. Kabut asap pun kembali terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Pekanbaru.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar
Buruknya kualitas udara di tiga wilayah tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan perubahan angka ISPU.
Warga disarankan memperbanyak aktivitas di dalam ruangan ketika kualitas udara berada pada level tidak sehat hingga berbahaya. Jika harus keluar rumah, penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan partikulat dari udara.
Aktivitas fisik berat di ruang terbuka juga sebaiknya dikurangi, khususnya ketika konsentrasi pencemar sedang tinggi.
Masyarakat diminta mengikuti pembaruan kualitas udara dari kanal resmi pemerintah dan lembaga terkait. Sebab, angka ISPU dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer, arah angin serta konsentrasi pencemar yang terpantau.
Kondisi Kampar, Siak dan Pekanbaru pada Selasa ini memperlihatkan satu persoalan yang sama: kualitas udara Riau kembali berada dalam tekanan serius. Ketika angka pencemaran meningkat sejak dini hari dan menjangkau sejumlah wilayah, kewaspadaan masyarakat menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko paparan kabut asap. (trp)






