Sempat Dialihkan ke BIM, Lion Air JT239 Akhirnya Mendarat di Pekanbaru

Jarak pandang Bandara SSK II Pekanbaru, Minggu (11/10/2026) siang membaik menjadi 3.000 meter. Lion Air JT239 yang sempat dialihkan ke Sumbar akhirnya mendarat. (Foto: Dok. FokusRiau.Com)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Setelah sempat mengalihkan pendaratan ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Sumatera Barat akibat jarak pandang yang rendah, pesawat Lion Air JT239 rute Batam-Pekanbaru akhirnya tiba di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II), Minggu (11/10/2026) siang.

Pesawat mendarat pukul 11.05 WIB, bersamaan dengan membaiknya jarak pandang di bandara tujuan. Kondisi yang sempat menghambat penerbangan pada pagi hari itu berangsur pulih menjelang siang.

General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad menjelaskan, jarak pandang pada pagi hari sempat berada pada kondisi rendah dan berdampak terhadap operasional penerbangan.

Salah satu dampaknya dialami Lion Air JT239. Pesawat dari Batam itu dialihkan ke BIM pukul 08.55 WIB, untuk menunggu kondisi yang memungkinkan agar penerbangan bisa kembali dilanjutkan.

Baca Juga :  Hujan Deras Guyur Pekanbaru dan Kampar, Warga Berharap Kabut Asap Menghilang

Setelah situasi dinilai memungkinkan, pesawat kembali menuju Pekanbaru dan berhasil mendarat tiga jam lebih kemudian.

Jarak Pandang Pulih 3.000 Meter
Perubahan kondisi cuaca membawa perbaikan bagi aktivitas penerbangan di Bandara SSK II. Hingga pukul 11.05 WIB, jarak pandang tercatat mencapai 3.000 meter.

Dengan kondisi tersebut, operasional penerbangan berangsur kembali berjalan normal. Data bandara pada waktu yang sama mencatat delapan penerbangan telah diberangkatkan, sementara sembilan penerbangan tiba di Pekanbaru.

Kedatangan Lion Air JT239 menjadi salah satu perkembangan yang menandai pulihnya aktivitas penerbangan setelah sempat terganggu oleh keterbatasan jarak pandang.

Meski situasi telah membaik, perubahan cuaca tetap menjadi perhatian pihak bandara. Kondisi atmosfer dapat berubah, sehingga pemantauan harus terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan berikutnya.

Baca Juga :  Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Berpotensi Guyur Riau, Kabut Asap Masih Membayangi

Terus Berkoordinasi dengan BMKG
Pihak Bandara SSK II Pekanbaru terus menjalin koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh perkembangan informasi cuaca dan jarak pandang.

Pemantauan berkala dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran operasional sekaligus mengantisipasi kondisi yang berpotensi memengaruhi pergerakan pesawat.

Achmad menegaskan, keamanan dan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Setiap keputusan operasional harus mempertimbangkan kondisi yang berlaku agar pesawat dapat berangkat maupun mendarat dengan aman.

Membaiknya jarak pandang menjelang siang memberikan ruang bagi penerbangan untuk kembali beroperasi lebih lancar. Namun, kewaspadaan terhadap perkembangan cuaca tetap diperlukan demi menjaga keselamatan penumpang dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasional penerbangan. (trp)

Baca Juga :  Hujan Deras Guyur Pekanbaru dan Kampar, Warga Berharap Kabut Asap Menghilang