Asap Belum Sepenuhnya Hilang, Sekolah di Pekanbaru Batasi Kegiatan Luar Kelas

Aktivitas belajar mengajar sekolah di Pekanbaru, Senin (12/10/2026) kembali dimulai. (Foto: Wahyu)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Aktivitas sekolah di Kota Pekanbaru kembali ramai, menyusul diberlakukannya kegiatan belajar tatap muka usai membaiknya kualitas udara. Meski siswa sudah kembali ke ruang kelas, sejumlah aktivitas sekolah masih dibatasi untuk mengantisipasi dampak sisa kabut asap.

Pantauan di SMP Negeri 32 Pekanbaru, Jalan Balam, Kecamatan Sukajadi menunjukkan, aktivitas persekolahan mulai berjalan sejak pagi. Para siswa berdatangan ke sekolah sekitar pukul 07.30 WIB untuk mengikuti pembelajaran secara langsung.

Kebijakan kembali ke sekolah ini berlaku bagi peserta didik pada jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP di seluruh Kota Pekanbaru. Namun, pelaksanaannya belum sepenuhnya kembali seperti sebelum kabut asap melanda.

Baca Juga :  Udara Pekanbaru Membaik, Besok Murid PAUD-SMP Kembali Belajar di Sekolah

Belajar di Kelas, Kegiatan Luar Ruangan Dibatasi
Wakil Kepala SMPN 32 Pekanbaru, Wiwit Sumarti mengatakan, sekolah menerapkan sejumlah penyesuaian selama pembelajaran tatap muka berlangsung.

Seluruh kegiatan belajar dialihkan ke dalam ruangan. Aktivitas yang mengharuskan siswa berada di luar kelas, seperti pelajaran olahraga dan upacara bendera, untuk sementara ditiadakan.

Sekolah juga memajukan waktu kepulangan siswa dibandingkan jadwal biasanya.

“Kegiatan di luar ruangan seperti pelajaran olahraga dan upacara bendera untuk sementara ditiadakan. Selain itu, jam pulang sekolah juga dimajukan lebih awal dari biasanya,” ujar Wiwit.

Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai langkah perlindungan bagi siswa dan tenaga pendidik. Meski hujan telah membantu memperbaiki kondisi udara, paparan sisa kabut asap masih menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan belajar.

Baca Juga :  Udara Pekanbaru Membaik, Besok Murid PAUD-SMP Kembali Belajar di Sekolah

Kualitas Udara Berangsur Membaik
Perbaikan kualitas udara menjadi salah satu pertimbangan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka di Pekanbaru. Hujan yang mengguyur kota itu turut membawa perubahan pada kondisi udara setelah sebelumnya sempat berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, kualitas udara kini bergeser ke kategori tidak sehat. Artinya, kondisi sudah menunjukkan perbaikan, tetapi belum sepenuhnya pulih.

Karena itu, kegiatan sekolah masih perlu menyesuaikan kondisi lingkungan. Pembatasan aktivitas di luar ruangan dan pengurangan waktu siswa berada di sekolah menjadi langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan pencemaran udara.

Baca Juga :  Udara Pekanbaru Membaik, Besok Murid PAUD-SMP Kembali Belajar di Sekolah

Kembalinya siswa ke ruang kelas menjadi awal pemulihan aktivitas pendidikan di Pekanbaru. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan sembari memantau perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan. (why)