Siapkan Rp13 Miliar Buat Seragam Gratis 2027, Siswa di Pekanbaru Bakal Dapat Baju Melayu

Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho menyampaikan program seragam gratis berlanjut di tahun 2027. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Program bantuan seragam gratis dipastikan berlanjut tahun 2027. Alokasi anggaran yang direncanakan mendekati Rp13 miliar.

Tak hanya pakaian seragam sekolah, Pemko Pekanbaru juga merancang penambahan satu setel pakaian Melayu bagi siswa penerima bantuan. Rencana ini menjadi bagian dari pengembangan program yang selama ini dirasakan manfaatnya masyarakat.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyampaikan kepastian kelanjutan program tersebut saat membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kecamatan Binawidya, Senin (2/11/2026).

Menurut Agung, pemerintah kota menerima banyak tanggapan positif dari masyarakat. Sejumlah orangtua menyampaikan bahwa bantuan seragam gratis telah membantu mengurangi pengeluaran keluarga ketika anak-anak memasuki sekolah.

“Karena banyak yang melapor kepada saya terkait baju seragam ini. Dan tahun depan akan kita lanjutkan,” kata Agung.

Pemko Pekanbaru berencana menyediakan anggaran hampir Rp13 miliar untuk melanjutkan program tersebut pada tahun ajaran 2027. Pemerintah berharap bantuan ini dapat menjaga akses pendidikan tetap terjangkau, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Baca Juga :  Sembako Murah Hadir di Lima Lokasi Riau, Beras SPHP Dijual Rp60.000 per 5 Kg

Bagi orangtua, memasuki tahun ajaran baru bukan sekadar menyiapkan buku dan alat tulis. Seragam, sepatu, serta perlengkapan lain turut menyedot biaya rumah tangga. Pengeluaran itu bisa terasa lebih berat bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak usia sekolah.

Melalui bantuan seragam gratis, beban tersebut diharapkan berkurang. Uang yang sebelumnya disiapkan untuk membeli pakaian sekolah bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak lainnya.

Agung menegaskan, program tersebut dirancang agar tidak berhenti dalam satu tahun anggaran. Pemko Pekanbaru ingin menjadikannya sebagai bantuan rutin yang dapat dirasakan masyarakat setiap kali tahun ajaran baru tiba.

“Kami bakal anggarkan setiap tahun, kami memastikan bahwa program ini terus berlanjut untuk membantu orangtua siswa,” ujarnya.

Baca Juga :  Lansia 75 Tahun Diterkam Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Begini Kejadiannya!

Tahun Ini Jangkau Hampir 20 Ribu Siswa
Pelaksanaan program pada 2026 menjadi gambaran skala bantuan yang telah disalurkan Pemko Pekanbaru. Pemerintah kota mengalokasikan anggaran lebih dari Rp12,4 miliar untuk pengadaan seragam gratis bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Rinciannya, sekitar Rp5,6 miliar diperuntukkan bagi siswa SD, sedangkan Rp6,8 miliar dialokasikan untuk siswa SMP.

Dari anggaran tersebut, bantuan menyasar 8.900 siswa SD dan 11.000 siswa SMP. Jika digabungkan, jumlah penerimanya mencapai 19.900 siswa.

Cakupan bantuan itu menunjukkan bahwa kebutuhan pakaian sekolah menyentuh ribuan keluarga di Pekanbaru. Karena itu, keberlanjutan program diharapkan memberi kepastian bagi orangtua dalam merencanakan pengeluaran pendidikan anak.

Pakaian Melayu Masuk Rencana Pengembangan
Rencana penambahan satu setel pakaian Melayu menjadi unsur baru yang disiapkan untuk program bantuan 2027. Namun, rincian teknis mengenai mekanisme penyaluran, jumlah penerima, serta pembagian anggarannya belum dijelaskan dalam keterangan tersebut.

Baca Juga :  4.957 Bayi Terjangkau Imunisasi Kejar, Capaian Pekanbaru Lewati Target

Dengan rencana anggaran yang mendekati Rp13 miliar, pelaksanaan program tahun depan akan menjadi kelanjutan dari upaya Pemko Pekanbaru menekan biaya perlengkapan sekolah bagi masyarakat.

Bagi keluarga penerima manfaat, bantuan ini diharapkan bukan hanya meringankan pengeluaran sesaat. Program tersebut juga dapat membantu orangtua mempersiapkan kebutuhan belajar anak tanpa harus menghadapi lonjakan biaya seragam setiap tahun ajaran baru. (ria)