PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Perlindungan terhadap kesehatan bayi di Kota Pekanbaru terus dilakukan pemerintah. Melalui program Bulan Imunisasi Kejar 2026, sebanyak 4.957 bayi telah dijangkau selama Oktober.
Capaian itu jauh di atas target pemerintah pusat yang ditetapkan 3.314 bayi atau setara dengan 150 persen dari target. Angka ini menjadi gambaran upaya petugas kesehatan menemukan bayi yang belum memperoleh imunisasi dasar, terutama mereka yang belum menerima dosis pertama vaksin DPT-HB-Hib.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar menyampaikan apresiasi atas hasil pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, jumlah bayi yang terjangkau melampaui sasaran awal yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Alhamdulillah capaian kita sudah lampaui target. Dari target yang ditetapkan pusat sebanyak 3.314 itu, ternyata kita berhasil mendapatkan lebih,” kata Markarius, Senin (2/11/2026).
Pekanbaru Posisi Kedua di Riau
Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menunjukkan, realisasi program imunisasi kejar menempatkan Pekanbaru pada posisi kedua tertinggi di antara kabupaten dan kota di Provinsi Riau dalam pelaksanaan intervensi zero dose. Posisi teratas ditempati Kabupaten Kampar.
Istilah zero dose merujuk pada anak yang belum menerima dosis pertama vaksin yang mengandung DPT-HB-Hib. Program ini diarahkan untuk menjangkau kelompok bayi yang belum memperoleh imunisasi tersebut agar kesempatan mendapatkan perlindungan kesehatan tidak terlewat.
Bulan Imunisasi Kejar berlangsung pada 1–31 Oktober 2026 dengan sasaran bayi berusia 3 hingga 11 bulan. Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya memberikan vaksin DPT-HB-Hib dosis pertama, tetapi juga melengkapi imunisasi lain berdasarkan kebutuhan masing-masing anak.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Deddy Sambudi menjelaskan, pelayanan selama program turut mencakup vaksin MR dosis kedua, IPV dosis pertama dan PCV dosis kedua.
Pemberian vaksin disesuaikan dengan sasaran serta status imunisasi anak. Dengan pendekatan tersebut, pelayanan tidak berhenti pada pencapaian jumlah penerima, tetapi juga diarahkan untuk melengkapi dosis yang dibutuhkan.
Penyisiran Berlanjut Setelah Oktober
Berakhirnya pelaksanaan program pada 31 Oktober bukan berarti upaya menjangkau anak yang belum diimunisasi ikut berhenti. Dinas Kesehatan Pekanbaru akan melanjutkan penyisiran untuk menemukan bayi dan anak yang masih belum memperoleh vaksin sesuai jadwal.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi anak-anak yang belum tersentuh imunisasi. Petugas akan terus mendorong agar tidak ada sasaran yang terlewat dari pendataan maupun pelayanan.
Deddy berharap, semakin banyak anak di Pekanbaru memperoleh perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Ia juga mengajak orang tua untuk lebih aktif memeriksa kelengkapan imunisasi anak. Posyandu dan puskesmas dapat menjadi tempat bagi orang tua untuk mendapatkan pelayanan sekaligus memastikan jadwal vaksinasi berikutnya.
Capaian 4.957 bayi menjadi hasil nyata dari pelaksanaan imunisasi kejar selama sebulan. Namun, pekerjaan belum selesai. Menjangkau anak yang belum mendapatkan imunisasi dan memastikan dosisnya lengkap tetap menjadi langkah lanjutan agar perlindungan kesehatan dapat dirasakan lebih luas oleh bayi dan anak di Pekanbaru. (rac)






