PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-PSPS Pekanbaru harus melewati ujian berat bila ingin terus bertakhta di puncak klasemen sementara Pegadaian Championship 2026/2027 Grup A. Persikad Depok sudah menunggu dengan ambisi memangkas jarak poin, sekaligus menghentikan laju kemenangan Askar Bertuah.
Kedua tim dijadwalkan bertemu pada pekan ketujuh di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/10/2026) pukul 15.30 WIB.
PSPS datang dengan bekal 15 poin dari enam pertandingan dan menempati posisi teratas. Persikad membayangi di urutan kedua dengan koleksi 12 poin. Selisih tiga angka membuat pertandingan ini berpotensi mengubah peta persaingan di papan atas.
Bagi tim kebanggaan masyarakat Pekanbaru itu, tiga poin di Pakansari akan memperlebar jarak dari pesaing terdekat. Kemenangan juga membuka jalan bagi PSPS untuk mencatat enam kemenangan berturut-turut pada musim ini.
Namun, Persikad bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Posisi mereka di klasemen memperlihatkan bahwa persaingan menuju puncak masih terbuka.
Lima Kemenangan Jadi Modal, Bukan Alasan Berpuas Diri
PSPS mengarungi kompetisi dengan catatan yang mengesankan. Dalam lima pertandingan terakhir, tim berjuluk Askar Bertuah itu selalu pulang dengan kemenangan.
Rekor tersebut menempatkan PSPS sebagai satu-satunya tim yang mampu membukukan lima kemenangan hingga pekan keenam kompetisi.
Meski grafik permainan tim sedang menanjak, pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, meminta anak asuhnya tetap membumi. Menurut dia, perjalanan menuju target musim ini masih panjang dan setiap pertandingan membutuhkan persiapan serta kerja keras.
“Pemain harus tetap rendah hati, kerja keras, kita natural saja, step by step dan menargetkan yang terbaik di setiap pertandingan,” kata Akhyar Ilyas, Kamis (22/10/2026).
Pesan itu menjadi penegasan bahwa rentetan kemenangan tidak boleh membuat para pemain kehilangan fokus. PSPS perlu menjaga disiplin permainan dan tidak terburu-buru mengejar hasil tanpa memperhitungkan kekuatan lawan.
Akhyar memilih menempatkan setiap laga sebagai tantangan tersendiri. Persikad menjadi ujian berikutnya bagi konsistensi timnya, terutama ketika tekanan untuk mempertahankan posisi teratas mulai meningkat.
Rekor Musim Lalu Berpihak kepada Persikad
Ada catatan lain yang patut menjadi perhatian PSPS menjelang pertandingan di Pakansari. Dalam tiga pertemuan pada Pegadaian Championship musim lalu, Persikad lebih sering keluar sebagai pemenang.
Dari tiga laga tersebut, Persikad mengantongi dua kemenangan, sedangkan PSPS hanya sekali berhasil mengalahkan lawannya.
Pertemuan pertama berlangsung di Stadion Pakansari pada 4 Oktober 2025. Saat itu, PSPS harus menerima kekalahan tipis 0-1.
Persikad kembali menunjukkan keunggulan ketika bertandang ke Stadion Kaharuddin Nasution pada 27 Desember 2025. Mereka membawa pulang kemenangan 3-2 dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
PSPS baru membalas pada pertemuan ketiga, 12 April 2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Kaharuddin Nasution, Askar Bertuah menang dengan skor 3-1.
Rekam jejak tersebut memberi gambaran bahwa Persikad memiliki kemampuan untuk merepotkan PSPS. Keunggulan posisi di klasemen musim ini belum cukup menjadi jaminan bagi tim asal Pekanbaru itu untuk menguasai pertandingan.
Karena itu, efektivitas penyelesaian akhir dan kedisiplinan di lini pertahanan berpotensi menjadi faktor penentu. Kesalahan kecil bisa berakibat besar dalam duel yang mempertemukan dua penghuni teratas Grup A tersebut.
Persikad Mengincar Tiga Poin, PSPS Wajib Waspada
Persikad memiliki kepentingan besar dalam pertandingan ini. Bermain di Stadion Pakansari memberi mereka kesempatan untuk memanfaatkan dukungan publik sekaligus memperbaiki posisi di klasemen.
Dengan selisih tiga poin dari PSPS, kemenangan akan membuat Persikad menyamai perolehan angka pesaingnya tersebut. Situasi itu diperkirakan menambah intensitas pertandingan sejak menit awal.
Di sisi lain, PSPS harus mampu menjaga momentum tanpa terbebani ambisi mempertahankan rekor. Fokus pada permainan sendiri, pemanfaatan peluang, serta kemampuan meredam tekanan lawan akan menjadi bekal untuk menghadapi tantangan tersebut.
Laga di Pakansari pun bukan sekadar perebutan tiga poin. Hasilnya dapat menentukan seberapa kokoh posisi PSPS di puncak klasemen sekaligus membuka peluang bagi Persikad untuk mempersempit persaingan.
Askar Bertuah kini memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa rentetan kemenangan mereka lahir dari konsistensi permainan, bukan sekadar momentum sesaat. Jika mampu melewati hadangan Persikad, PSPS akan semakin mantap menatap persaingan Pegadaian Championship 2026/2027. (mcr)






