JAKARTA, FOKUSRIAU.COM-Produk pelacak pintar AirTag yang diproduksi di Batam, Kepulauan Riau kini resmi menembus pasar Amerika Serikat. Pemerintah memastikan, produksi sudah berjalan dan ekspor perdana telah dilakukan. Ini menandai babak baru industri teknologi berorientasi ekspor di Indonesia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkap, lini produksi AirTag di Batam dan komponen AirPods Max di Bandung telah aktif. Bahkan, sebagian hasil produksi AirTag kini sudah dikirim ke pasar Amerika Serikat.
“Produksi sudah berjalan dan ekspor sudah dimulai. Ini menunjukkan kesiapan industri kita dalam mendukung rantai pasok global,” ujar Agus, Selasa (21/4/2026) di Jakarta.
Langkah ini menjadi sinyal kuat keseriusan Apple Inc. dalam memperluas investasi di Indonesia. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut sebelumnya menanamkan investasi sekitar USD 1 miliar atau setara Rp16 triliun untuk membangun fasilitas produksi di Batam dan Bandung.
Pabrik AirTag di Batam dibangun di kawasan industri strategis dan ditargetkan menjadi salah satu pemasok utama kebutuhan global. Sementara itu, produksi komponen AirPods Max di Bandung memperkuat posisi Indonesia dalam rantai manufaktur elektronik bernilai tinggi.
Pemerintah menilai kehadiran investasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi nasional, tetapi juga membuka peluang ekspor produk teknologi dengan nilai tambah tinggi. Selain itu, proyek ini turut mendorong penyerapan tenaga kerja dan transfer teknologi.
Sejak tahap pembangunan yang dimulai pada 2025, proyek ini terus menunjukkan progres signifikan. Kini, dengan dimulainya ekspor AirTag ke Amerika, Indonesia semakin diperhitungkan sebagai basis produksi global di sektor elektronik.
Ke depan, pemerintah berharap investasi serupa terus bertambah, sehingga memperkuat ekosistem industri digital nasional. Dengan dukungan infrastruktur dan kebijakan yang tepat, Indonesia berpeluang menjadi pemain penting dalam rantai pasok teknologi dunia. (dtc/zul)




