SIAK, FOKUSRIAU.COM-Senyum puluhan siswa memancar di halaman SD Negeri 05 Kampung Dalam, Kota Siak, Senin (18/5/2026).
Di tengah suasana sekolah yang ramai, satu per satu anak menerima seragam baru yang akan mereka gunakan memasuki tahun ajaran baru 2025/2026.
Bagi sebagian orang tua, bantuan itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, seragam sekolah gratis menjadi penopang penting agar anak tetap bisa bersekolah tanpa terbebani biaya tambahan di awal tahun ajaran.
Pemerintah Kabupaten Siak tahun ini kembali menggulirkan program pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP.
Total sebanyak 49.360 set seragam disalurkan untuk siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP di seluruh Kabupaten Siak.
Penyerahan simbolis dilakukan langsung Wakil Bupati Siak, Syamsurizal di SD Negeri 05 Kampung Dalam. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Siak dalam memperkuat akses pendidikan sekaligus membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.
“Hari ini seragam sekolah gratis dibagikan di sekolah-sekolah yang sebelumnya belum menerima. Untuk SDN 05 ini ada 49 seragam yang diserahkan,” kata Syamsurizal di hadapan guru dan wali murid.
Ia mengakui, penyaluran bantuan tahun ini sempat mengalami keterlambatan. Meski demikian, pemerintah memastikan seluruh siswa baru tetap menerima hak mereka.
“Kami mohon maaf karena pemberian seragam gratis baru bisa kami tepati hari ini. Mudah-mudahan bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi para penerima,” ujarnya.
Program seragam gratis di Kabupaten Siak bukan sekadar agenda rutin tahunan. Di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga, biaya perlengkapan sekolah sering menjadi beban berat bagi sebagian orang tua, terutama di wilayah pedesaan dan keluarga berpenghasilan rendah.
Harga satu paket seragam sekolah lengkap bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Bagi keluarga dengan lebih dari satu anak sekolah, biaya itu tentu tidak kecil.
Karena itu, bantuan seragam dinilai membantu menjaga keberlanjutan pendidikan anak. Di halaman sekolah, suasana tampak hangat dan penuh antusias.
Sejumlah siswa terlihat langsung mencoba seragam baru mereka. Ada pula orang tua yang tampak haru saat anaknya menerima bantuan secara langsung dari pemerintah daerah.
Pemkab Siak sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan pendidikan melalui kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Siak.
Bantuan tersebut difokuskan kepada siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengikuti kegiatan belajar dengan layak. Selain membantu kebutuhan sekolah, Syamsurizal menegaskan, pendidikan harus menjadi investasi utama daerah dalam menyiapkan generasi masa depan.
Dia meminta para guru terus membimbing siswa agar mampu mengembangkan potensi sejak usia dini.
Menurutnya, prestasi anak tidak hanya lahir dari kemampuan akademik. Bidang olahraga, seni, dan keterampilan juga perlu mendapat perhatian serius dari sekolah.
“Bapak ibu guru mohon terus membimbing anak-anak agar minat dan bakat mereka berkembang. Kita ingin lahir generasi Siak yang berprestasi dan mampu membanggakan daerah,” pesannya.
Ia juga mengingatkan, anak-anak yang saat ini duduk di bangku SD dan SMP akan menjadi generasi penerus pembangunan Kabupaten Siak pada masa mendatang. Karena itu, pendidikan harus dipandang sebagai pondasi jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Romy Lesmana Dermawan menjelaskan, bantuan tahun ini menyasar seluruh siswa baru di 210 SD dan 84 SMP se-Kabupaten Siak.
Rinciannya, sebanyak 25.776 set seragam disiapkan untuk siswa SD, sedangkan 23.584 set lainnya diperuntukkan bagi siswa SMP. Untuk jenjang SD, bantuan meliputi seragam merah putih dan Pramuka.
Sedangkan siswa SMP menerima seragam biru putih beserta seragam Pramuka. “Bantuan ini diberikan kepada siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP pada tahun ajaran 2025/2026. Ini merupakan program yang dianggarkan melalui APBD tahun 2026,” tukasnya.
Romy berharap, program tersebut mampu meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus mengurangi angka anak putus sekolah akibat kendala ekonomi.
Menurutnya, pendidikan berkualitas tidak hanya bergantung pada proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga dukungan nyata terhadap kebutuhan dasar siswa. (bsh)









