SF Hariyanto Titip 4 Misi ke 4.037 Mahasiswa Kukerta Unri, UHC Bahkan Karhutla

SF Hariyanto bersama Rektor Unri dan mahasiswa kuerta foto bersama. (Foto: Dok. Kominfo Riau)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto mengerahkan 4.037 mahasiswa Universitas Riau (Unri) untuk membantu menyosialisasikan empat program strategis pemerintah kepada masyarakat, mulai layanan kesehatan gratis melalui Universal Health Coverage (UHC), perlindungan pekerja rentan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan hingga pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Pesan itu disampaikan SF Hariyanto ketika melepas peserta Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Reguler Gelombang II Unri 2026 yang akan bertugas di berbagai kabupaten dan kota di Riau, Kamis (18/6/2026).

Menurut SF Hariyanto, keberadaan ribuan mahasiswa di desa-desa merupakan kekuatan besar untuk mempercepat penyebaran informasi program pemerintah yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah layanan kesehatan melalui UHC Prioritas yang saat ini telah dicapai Provinsi Riau. Ia meminta mahasiswa memastikan masyarakat memahami bahwa akses layanan kesehatan kini semakin mudah dan tidak lagi terkendala biaya bagi peserta yang telah terdaftar dalam BPJS Kesehatan.

Warga yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan, kata dia, cukup menunjukkan KTP untuk memperoleh layanan kesehatan. Sementara masyarakat yang belum terdaftar dapat memanfaatkan mekanisme percepatan aktivasi yang telah disiapkan pemerintah.

Selain sektor kesehatan, mahasiswa juga diminta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal dan kelompok rentan.

Baca Juga:  Agrinas Palma Nusantara Bentuk Struktur Baru di Riau, Siap Kelola Eks Duta Palma dan Torganda

Pemerintah Provinsi Riau pada tahun ini menargetkan sebanyak 11.666 pekerja rentan, terutama buruh perkebunan, masuk dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan ekonomi bagi pekerja dan keluarganya ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kematian.

SF Hariyanto menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena itu, mahasiswa diharapkan dapat menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.

Di sisi lain, ancaman Karhutla juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan lebih kering dibandingkan kondisi normal, datang lebih awal, dan berlangsung lebih lama akibat potensi fenomena El Nino.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat Karhutla sejak 13 Februari hingga 30 November 2026.

SF Hariyanto meminta mahasiswa Kukerta mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan Karhutla dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuka lahan menggunakan api.

“Saya berharap para peserta Kukerta Unri dapat ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan di daerah penugasan masing-masing. Sampaikan kepada masyarakat bahwa membuka lahan dengan cara membakar bukan lagi pilihan yang bijak,” ujarnya.

Baca Juga:  4.416 Jemaah Haji Riau Sudah Pulang, Kloter BTH 12 Tutup Pemulangan Gelombang Pertama

Selain itu, mahasiswa juga diminta mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendataan ekonomi nasional.

Menurut SF Hariyanto, data yang akurat akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai program pembangunan dan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran. Karena itu, masyarakat perlu didorong untuk memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah memerlukan kolaborasi seluruh elemen, termasuk perguruan tinggi. Kehadiran lebih dari empat ribu mahasiswa di berbagai wilayah dinilai dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa sekaligus memperkuat efektivitas program pemerintah.

“Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah. Saya berharap ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata SF Hariyanto. (mcr)