ROKAN HILIR, FOKUSRIAU.COM-Kerusakan parah yang terjadi di Jalan Poros Kepenghuluan Sungai Pinang, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, selama hampir satu tahun belum juga mendapat penanganan menyeluruh. Kondisi tersebut kini semakin mengkhawatirkan karena ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat itu dilaporkan telah berulang kali memicu kecelakaan.
Salah satu titik kerusakan terparah berada pada ruas sepanjang sekitar 80 meter. Permukaan jalan dipenuhi lubang besar dan mengalami kerusakan berat sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan ketika lubang tertutup genangan air dan sulit dikenali pengendara.
Datuk Penghulu Sungai Pinang, Hidayatullah, mengatakan masyarakat telah lama mengeluhkan kondisi jalan tersebut karena mengganggu mobilitas warga sekaligus mengancam keselamatan pengguna jalan setiap hari.
“Sudah hampir satu tahun kondisi jalan poros kami mengalami kerusakan parah. Masyarakat sangat mengharapkan adanya perhatian agar jalan ini segera diperbaiki,” kata Hidayatullah kepada PekanbaruTV, Jumat (26/6/2026), di Kantor Penghulu Sungai Pinang.
Menurutnya, Jalan Poros Sungai Pinang merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui masyarakat. Jalan itu menjadi akses utama bagi pelajar menuju sekolah, warga yang bekerja, hingga aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir sebenarnya telah melakukan pembangunan dengan sistem bes pada dua titik Jalan Poros Sungai Pinang pada 2025. Namun, masih terdapat satu titik yang hingga kini belum mendapat perbaikan sehingga kerusakannya terus meluas.
“Masih ada satu titik yang belum tersentuh perbaikan sehingga kondisinya semakin memburuk,” ujarnya.
Akibat kerusakan tersebut, aktivitas masyarakat menjadi tidak nyaman. Para pelajar harus lebih berhati-hati saat berangkat dan pulang sekolah, sementara ibu rumah tangga serta warga yang beraktivitas sehari-hari harus menghadapi risiko ketika melintasi ruas jalan tersebut.
Pengendara sepeda motor maupun mobil juga terpaksa memperlambat laju kendaraan untuk menghindari lubang-lubang besar yang tersebar di badan jalan. Kondisi ini tidak hanya memperlambat mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Hidayatullah mengungkapkan, berdasarkan laporan masyarakat, ruas jalan tersebut sudah berulang kali menjadi lokasi kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak dan berlubang. Karena itu, warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan permanen agar keselamatan pengguna jalan dapat terjamin.
“Lebih memprihatinkan lagi, warga mengaku ruas jalan tersebut telah berulang kali menjadi lokasi kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak dan berlubang. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir segera memberikan perhatian dengan melakukan perbaikan permanen agar keselamatan dan kenyamanan masyarakat dapat terjamin,” katanya.
Kerusakan yang dibiarkan terlalu lama dikhawatirkan akan semakin parah, terutama apabila intensitas hujan meningkat. Lubang yang terus membesar berpotensi mempercepat kerusakan badan jalan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan bagi masyarakat yang melintas setiap hari.
Selain berdampak pada keselamatan, kondisi jalan juga memengaruhi kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Jalan poros tersebut menjadi penghubung utama bagi warga dalam menjalankan berbagai kegiatan, sehingga kerusakan infrastruktur secara langsung berdampak terhadap mobilitas dan produktivitas masyarakat.
Atas kondisi tersebut, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menjadikan perbaikan Jalan Poros Sungai Pinang sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur pada tahun ini.
“Sangat berharap sekali kami, semoga di tahun ini jalan rusak itu dapat diperbaiki,” tutup Hidayatullah.
Keluhan masyarakat ini menjadi pengingat penting bahwa kualitas infrastruktur jalan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran transportasi, tetapi juga menyangkut keselamatan, akses pendidikan, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi warga. Karena itu, percepatan penanganan ruas Jalan Poros Sungai Pinang dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar risiko kecelakaan tidak terus berulang dan mobilitas masyarakat kembali berjalan normal.






