Rupiah Menguat ke Rp17.847, IHSG Justru Turun 0,27 Persen

Rupiah pagi ini dibuka menguat. Sementara IHSH justru mengalami penurunan. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Pergerakan rupiah kembali menjadi perhatian pasar pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Mata uang Garuda bergerak fluktuatif, setelah sempat dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.39 WIB, rupiah berada di level Rp17.847 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan penguatan 0,08 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pada awal perdagangan, rupiah sempat turun tipis 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp17.865 per dolar AS. Pergerakan tersebut kemudian berbalik sehingga rupiah masuk ke zona penguatan pada perdagangan pagi.

Pergerakan rupiah berlangsung ketika dolar AS juga mengalami perubahan terbatas terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Indeks dolar AS atau DXY tercatat berada di level 99,62.

Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan posisi perdagangan sehari sebelumnya yang mencapai 99,65. Pelemahan tipis DXY menjadi salah satu gambaran pergerakan dolar AS pada perdagangan pagi di pasar global.

Sementara itu, posisi rupiah pada perdagangan Rabu masih berada dalam bayang-bayang pelemahan sehari sebelumnya. Selasa (18/8/2026), rupiah terdepresiasi 64 poin atau 0,36 persen dan ditutup pada level Rp17.862 per dolar AS.

BACA JUGA :  Semangat Kemerdekaan, BSP Dorong Transformasi dan Ketahanan Energi Riau

Dengan posisi tersebut, penguatan rupiah pada perdagangan pagi Rabu menjadi perubahan arah setelah tekanan yang terjadi sehari sebelumnya.

Pergerakan mata uang kawasan Asia juga menunjukkan kecenderungan yang beragam. Mayoritas mata uang Asia tercatat menguat terhadap dolar AS pada perdagangan pagi.

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar. Mata uang tersebut naik 0,39 persen terhadap dolar AS.

Penguatan berikutnya terjadi pada dolar Taiwan sebesar 0,16 persen. Yen Jepang juga menguat 0,12 persen.

Sementara itu, dolar Singapura naik 0,02 persen. Dolar Hong Kong dan yuan China masing-masing menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.

Namun, tidak seluruh mata uang Asia berada di zona positif. Sejumlah mata uang kawasan masih mengalami tekanan terhadap dolar AS.

Peso Filipina tercatat melemah 0,15 persen. Ringgit Malaysia turun 0,11 persen, sedangkan baht Thailand melemah 0,10 persen.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa perdagangan mata uang Asia pada Rabu pagi bergerak tidak seragam. Sebagian mata uang mampu menguat, sementara lainnya masih mengalami tekanan terhadap dolar AS.

Pergerakan rupiah tersebut terjadi bersamaan dengan pelemahan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat berada di zona merah pada perdagangan pagi.

BACA JUGA :  Operasi Pasar Murah Riau Kembali Digelar di 5 Titik, Cek Jadwal dan Harga Bahan Pokok

Berdasarkan data hingga pukul 09.27 WIB, IHSG turun 17,704 poin atau 0,27 persen ke level 6.432,126.

IHSG dibuka pada level 6.408,177. Dalam pergerakannya pada sesi awal perdagangan, indeks sempat mencapai level tertinggi 6.435,229.

Namun, IHSG juga sempat turun hingga menyentuh level terendah 6.373,810. Pergerakan tersebut menunjukkan perdagangan saham berlangsung cukup dinamis pada awal sesi.

Data perdagangan mencatat 235 saham berada di zona penguatan. Sebaliknya, sebanyak 292 saham mengalami penurunan.

Sementara itu, 189 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga pada perdagangan pagi tersebut.

Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan tercatat mencapai 8,193 miliar saham. Nilai transaksi saham mencapai Rp2,716 triliun.

Frekuensi perdagangan juga telah mencapai 487.799 kali hingga data tersebut dicatat.

Pergerakan rupiah dan IHSG menjadi dua indikator utama yang mewarnai pasar keuangan domestik pada awal perdagangan Rabu. Rupiah bergerak menguat tipis setelah sebelumnya mengalami depresiasi, sementara pasar saham justru berada di zona merah.

Bagi pelaku usaha dan masyarakat di Riau yang memiliki kepentingan terhadap perkembangan nilai tukar, perubahan posisi rupiah terhadap dolar AS menjadi bagian penting dari dinamika pasar keuangan domestik. Pergerakan kurs juga menjadi indikator yang perlu diperhatikan bersamaan dengan perkembangan pasar saham.

BACA JUGA :  Operasi Pasar Murah Riau Kembali Digelar di 5 Titik, Cek Jadwal dan Harga Bahan Pokok

Namun, data perdagangan pagi menunjukkan bahwa penguatan rupiah belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan pasar saham. Pada waktu yang hampir bersamaan, IHSG masih mengalami penurunan 0,27 persen.

Perkembangan selanjutnya masih akan ditentukan oleh dinamika perdagangan sepanjang sesi berjalan. Data pada pagi hari menunjukkan rupiah berada di level Rp17.847 per dolar AS, sedangkan IHSG berada di level 6.432,126.

Keduanya menjadi gambaran awal kondisi pasar keuangan domestik pada perdagangan Rabu, setelah rupiah sehari sebelumnya mengalami pelemahan 0,36 persen dan IHSG memasuki sesi perdagangan dengan tekanan. (kpc)