Ketika Polisi Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Tapi Ikut Semangati Warga di Pekanbaru Bertani

Bhabinkamtibmas Aiptu Subagiyo bersama masyarakat petani. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Di tengah tekanan ekonomi dan naiknya kebutuhan pangan rumah tangga, sebuah lahan kecil di sudut Kelurahan Tirta Siak justru menghadirkan harapan baru. Lahan seluas sekitar 100 meter persegi di Jalan Pemudi Ujung itu kini berubah menjadi kebun jagung manis yang produktif dan mampu membantu ekonomi keluarga.

Senin (18/5/2026), Kanit Binmas Polsek Payung Sekaki bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Tirta Siak  setempat turun langsung meninjau lokasi pertanian milik warga bernama Agus. Kegiatan sambang tersebut bukan sekadar agenda rutin kepolisian. Kehadiran aparat menjadi bentuk dukungan nyata terhadap gerakan pemanfaatan lahan kosong yang kini mulai berkembang di lingkungan masyarakat perkotaan.

Kanit Binmas Ipda Restu Inanda bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Tirta Siak Aiptu Subagiyo terlihat berdialog santai dengan pemilik lahan. Mereka melihat langsung perkembangan budidaya jagung manis yang sudah berjalan sekitar enam bulan terakhir.

Di balik ukurannya yang tidak terlalu luas, kebun itu memiliki nilai ekonomi yang cukup berarti. Agus memanfaatkan lahan tersebut secara bertahap dengan menanam berbagai komoditas produktif. Sebelum ditanami jagung manis, area itu sempat menghasilkan cabai dan terong yang dipasarkan kepada warga sekitar.

Kini, hasil panen jagung manis menjadi sumber tambahan pendapatan bagi keluarganya. Selain dijual langsung ke masyarakat sekitar, sebagian hasil panen juga dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga sendiri. Cara sederhana itu dinilai mampu menekan pengeluaran harian di tengah harga bahan pangan yang terus bergerak fluktuatif.

Fenomena pemanfaatan lahan kecil seperti ini mulai menjadi perhatian di sejumlah wilayah Pekanbaru. Di kawasan padat penduduk, lahan kosong yang sebelumnya terbengkalai perlahan diubah menjadi kebun produktif. Tidak hanya membantu ketahanan pangan keluarga, aktivitas tersebut juga menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.

Ipda Restu Inanda mengatakan, keterlibatan polisi melalui kegiatan sambang bukan hanya fokus menjaga keamanan lingkungan. Polisi juga ingin hadir mendorong kegiatan masyarakat yang berdampak positif terhadap ekonomi dan ketahanan pangan.

Menurutnya, langkah kecil dari warga bisa memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten. Pemanfaatan lahan kosong dinilai menjadi salah satu solusi sederhana yang bisa diterapkan masyarakat perkotaan.

“Yang terpenting adalah kemauan memulai. Lahan kecil pun bisa menghasilkan jika dikelola serius dan berkelanjutan,” ujarnya saat berdialog dengan warga di lokasi.

Ia menilai, gerakan pertanian skala rumah tangga memiliki nilai strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Apalagi, kebutuhan pangan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perubahan kondisi ekonomi.

Sementara itu, Aiptu Subagiyo menyebut masyarakat perlu terus diberikan motivasi agar tidak membiarkan lahan kosong terbengkalai. Menurutnya, lingkungan yang produktif juga berdampak terhadap stabilitas sosial dan kesejahteraan warga.

“Kalau masyarakat memiliki kegiatan positif dan ekonomi terbantu, situasi kamtibmas biasanya juga lebih kondusif,” katanya.

Langkah Agus memanfaatkan lahan kecilnya mendapat respons positif dari warga sekitar. Selain menjadi contoh sederhana pertanian mandiri, keberadaan kebun jagung itu juga memudahkan masyarakat memperoleh hasil pangan segar dengan harga terjangkau.

Tidak sedikit warga yang mulai tertarik mengikuti pola serupa di pekarangan rumah masing-masing. Beberapa di antaranya mulai mencoba menanam cabai, sayuran hingga tanaman kebutuhan dapur lainnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, isu ketahanan pangan memang menjadi perhatian nasional. Pemerintah terus mendorong masyarakat agar mampu memanfaatkan sumber daya lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Di daerah perkotaan, gerakan urban farming atau pertanian perkotaan mulai dianggap sebagai solusi realistis menghadapi keterbatasan lahan.

Kondisi itu pula yang membuat keterlibatan berbagai pihak, termasuk kepolisian, menjadi penting. Kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak lagi hanya identik dengan penegakan hukum, tetapi juga pendampingan sosial yang menyentuh kebutuhan warga sehari-hari.

Di Tirta Siak, pendekatan humanis tersebut terlihat melalui komunikasi langsung dengan warga binaan. Polisi hadir bukan sekadar memantau situasi keamanan, tetapi ikut memberi dukungan moral terhadap usaha kecil masyarakat.

Bagi Agus, perhatian itu menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan kebunnya. Ia berharap hasil pertanian kecil miliknya bisa terus membantu kebutuhan keluarga sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Di tengah tantangan ekonomi yang tidak mudah, kebun jagung manis di sudut Tirta Siak itu membuktikan satu hal sederhana: ketahanan pangan bisa dimulai dari halaman rumah sendiri. (bsh)

Tinggalkan Balasan