BMKG: Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau, Warga Diminta Waspadai Petir dan Angin Kencang

BMKG mengingatkan masyarakat soal potensi hujan yang masih bisa muncul. (Foto: Unsplash.com/Ryoji Iwata)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan mengguyur sebagian besar wilayah Riau, Rabu (1/7/2026). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, karena sejumlah daerah berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang dan lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang, terutama sore.

Forecaster BMKG, Alfa Nataris mengatakan, kondisi cuaca pada pagi sampai siang hari umumnya masih didominasi cerah berawan dan berawan. Namun, perubahan cuaca diperkirakan terjadi memasuki sore hari, ketika hujan mulai meluas di berbagai wilayah.

“Pada sore hingga malam hari diprakirakan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Provinsi Riau,” ujar Alfa Nataris, Rabu (1/7/2026).

BMKG memprediksi, hujan masih berlanjut hingga dini hari di sejumlah daerah. Wilayah yang berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang meliputi Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir.

Selain prakiraan hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah. Warga diminta mewaspadai kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi skala lokal.

“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar dan Kota Dumai pada sore maupun malam hari,” kata Alfa Nataris.

Baca juga:  Harga TBS Sawit Riau Naik Mulai 1 Juli 2026, Umur 9 Tahun Tembus Rp3.831,76 per Kg

Peringatan tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat yang masih beraktivitas di luar ruangan pada sore hingga malam hari. Pengendara, nelayan, petani, hingga warga yang berada di kawasan rawan pohon tumbang maupun genangan diimbau mengikuti perkembangan informasi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi atmosfer yang dapat berlangsung cepat.

Berdasarkan data meteorologi BMKG, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23-34 derajat Celsius. Untuk kelembapan udara berkisar antara 50-100 persen dengan arah angin bertiup dari tenggara ke barat berkecepatan 10–50 kilometer per jam.

Sementara itu, kondisi perairan di wilayah Riau secara umum masih tergolong aman untuk aktivitas pelayaran. BMKG memperkirakan tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau termasuk kategori rendah.

Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut agar tetap meningkatkan kewaspadaan karena terdapat potensi gelombang kategori sedang di beberapa wilayah perairan.

“Namun, masyarakat yang beraktivitas di laut diminta mewaspadai potensi gelombang kategori sedang setinggi 1,25–2,5 meter yang berpeluang terjadi di perairan Rokan Hilir serta perairan Dumai–Bengkalis,” ungkap Alfa Nataris.

Informasi ini menjadi perhatian khusus bagi nelayan, operator kapal penyeberangan, serta pelaku transportasi laut yang melintasi kawasan tersebut agar mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan pelayaran.

Di sisi lain, BMKG juga merilis pembaruan data titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera berdasarkan pemantauan hingga pukul 23.00 WIB. Secara keseluruhan terdeteksi sebanyak 83 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi.

Baca juga:  Karhutla Inhu Berangsur Terkendali, Asap di Sekip Hilir Mulai Menipis

Sebaran terbanyak tercatat di Sumatera Selatan dengan 44 titik panas. Selanjutnya Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 24 titik, Lampung tujuh titik, Jambi tiga titik, Aceh dua titik, Sumatera Barat dua titik, serta Bengkulu satu titik.

Berbeda dengan sejumlah provinsi lain di Sumatera, BMKG menyatakan Provinsi Riau tidak terdeteksi memiliki titik panas pada periode pemantauan tersebut. “Adapun Provinsi Riau tidak terdeteksi adanya titik panas atau nihil hotspot,” imbuh Alfa Nataris.

Kondisi nihil hotspot ini menjadi indikator bahwa hingga pembaruan data terakhir belum terpantau adanya titik panas yang berpotensi mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menjaga kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, mengingat kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu seiring dinamika atmosfer di wilayah Sumatera. (mcr)