Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, IHSG Malah Menghijau di Awal Perdagangan

Rupiah pagi ini dibuka melemah ke posisi Rp17.997 per dolar AS. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Nilai tukar rupiah kembali mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) di awal perdagangan, Senin (6/7/2026). Rupiah dibuka melemah 0,19 persen menjadi Rp17.997 per dolar AS, di tengah tekanan yang juga dialami mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.

Posisi tersebut menempatkan rupiah hanya terpaut tiga poin dari level Rp18.000 per dolar AS, angka yang kerap menjadi perhatian pelaku pasar karena mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap mata uang domestik.

Hingga pukul 09.00 WIB, hampir seluruh mata uang utama di Asia bergerak di zona merah. Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,29 persen, disusul yen Jepang yang juga terkoreksi 0,29 persen.

Won Korea Selatan melemah 0,22 persen, sementara peso Filipina turun 0,14 persen. Ringgit Malaysia dan yuan China masing-masing terdepresiasi 0,09 persen. Dolar Singapura ikut melemah 0,05 persen, sedangkan dolar Hong Kong turun tipis 0,003 persen terhadap dolar AS.

Di antara mata uang kawasan, hanya baht Thailand yang mampu mencatat penguatan meski sangat terbatas, yakni sebesar 0,02 persen.

Baca juga:  Songket Pekanbaru Tembus Malaysia, Krisis Penenun Jadi Ancaman di Balik Kesuksesan

Berbeda dengan pasar valuta asing, perdagangan saham domestik justru dibuka dengan sentimen positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sejak awal sesi dan bertahan di zona hijau.

Per pukul 09.40 WIB, IHSG naik 40,824 poin atau 0,69 persen ke posisi 5.916,605. Indeks dibuka di level 5.893,281, kemudian sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.935,683 sebelum bergerak stabil di kisaran 5.915 hingga 5.920.

Sementara itu, posisi terendah IHSG pada perdagangan pagi berada di level 5.864,076.

Penguatan indeks didorong dominasi saham yang mengalami kenaikan. Sebanyak 392 saham berada di zona hijau, sedangkan 135 saham melemah dan 196 saham lainnya bergerak mendatar.

Aktivitas transaksi juga tergolong cukup ramai. Volume perdagangan mencapai 4,852 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2,151 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 393.676 kali transaksi hingga pertengahan sesi pagi.

Pergerakan rupiah dan IHSG yang berbeda arah menunjukkan dinamika pasar keuangan domestik pada awal pekan. Di satu sisi, penguatan dolar AS masih memberikan tekanan terhadap mata uang negara-negara Asia, termasuk rupiah. Di sisi lain, minat beli investor di pasar saham tetap mampu menjaga IHSG bergerak positif.

Baca juga:  OJK Ingatkan Ancaman AI dan Deepfake Meningkat, Literasi Digital Jadi Benteng Cegah Penipuan Siber

Bagi dunia usaha, pelemahan rupiah menjadi faktor yang patut dicermati, terutama bagi sektor yang bergantung pada impor bahan baku maupun memiliki kewajiban pembayaran dalam dolar AS. Sementara bagi investor pasar modal, penguatan IHSG menjadi sinyal bahwa optimisme terhadap sejumlah saham masih bertahan meski tekanan di pasar valuta asing belum mereda.

Pelaku pasar kini akan terus memantau perkembangan perdagangan sepanjang hari untuk melihat apakah rupiah mampu menjauhi level Rp18.000 per dolar AS, atau justru kembali tertekan seiring pergerakan dolar AS di pasar global. (kps)