Pemprov Riau Sesuaikan Target Peremajaan Kelapa 2026, Inhil Tetap Jadi Prioritas

Kementan mengucurkan dana Rp427 miliar untuk peremajaan 377 ribu hektare kelapa tua. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Pemerintah Provinsi Riau menyesuaikan target Program Peremajaan Kelapa tahun 2026, dengan mengurangi luas areal yang akan diremajakan dari 14.500 hektare menjadi 12.000 hektare. Penyesuaian dilakukan agar pelaksanaan program lebih realistis dan sesuai kesiapan masing-masing daerah.

Meski target berkurang sekitar 2.500 hektare, pemerintah memastikan program tetap difokuskan pada wilayah sentra perkebunan kelapa di Riau yang dinilai memiliki potensi besar meningkatkan produktivitas kebun masyarakat.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriyadi menjelaskan, perubahan target dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai aspek teknis di lapangan, mulai dari kesiapan calon petani, calon lahan hingga tahapan administrasi pelaksanaan program.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin menetapkan target yang tinggi tetapi sulit direalisasikan. Karena itu, evaluasi dilakukan agar capaian program benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Dijelaskan, target yang telah disesuaikan diharapkan dapat dicapai secara optimal sehingga manfaat program dapat dirasakan langsung oleh petani.

Program peremajaan kelapa tahun 2026 akan dipusatkan di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Pelalawan.

Indragiri Hilir tetap menjadi daerah dengan porsi terbesar, yakni mencapai 9.000 hektare. Kabupaten ini selama ini dikenal sebagai salah satu sentra perkebunan kelapa terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Meranti memperoleh target peremajaan seluas 2.700 hektare, sedangkan Kabupaten Pelalawan mendapat alokasi sekitar 300 hektare.

Pemprov Riau menilai, ketiga daerah tersebut memiliki kebutuhan mendesak terhadap peremajaan tanaman karena sebagian kebun masyarakat telah memasuki usia tua sehingga produktivitasnya terus menurun.

Menurut Supriyadi, program ini bertujuan mengganti tanaman kelapa yang sudah tidak lagi produktif dengan tanaman baru yang memiliki potensi hasil lebih baik.

Melalui peremajaan tersebut, pemerintah berharap produktivitas perkebunan rakyat dapat meningkat secara bertahap sehingga berdampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani.

Ditegaskan, keberhasilan program bukan hanya diukur dari luas lahan yang berhasil diremajakan, tetapi juga dari kualitas pelaksanaannya.

Tanaman yang ditanam harus memiliki peluang tumbuh optimal sehingga mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi ketika memasuki masa panen.

Karena itu, pemerintah memilih menyesuaikan target dibanding mempertahankan angka yang sulit diwujudkan.

“Target yang ditetapkan harus benar-benar dapat direalisasikan. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kesiapan setiap daerah, baik dari sisi calon petani, calon lahan maupun tahapan pelaksanaannya,” ujar Supriyadi, Jumat (7/8/2026).

Selain pelaksanaan fisik, Dinas Perkebunan Provinsi Riau juga akan terus melakukan pendampingan kepada petani selama proses peremajaan berlangsung.

Pendampingan tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari persiapan lahan, penanaman hingga pemeliharaan tanaman agar seluruh proses berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat meningkatkan tingkat keberhasilan program sehingga tanaman baru mampu tumbuh secara optimal.

Supriyadi juga menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah menciptakan kebun kelapa yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Dengan tanaman yang lebih muda dan sehat, produksi kelapa masyarakat diharapkan meningkat sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani.

Program peremajaan kelapa menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sektor perkebunan rakyat, mengingat banyak tanaman kelapa di sejumlah daerah telah berusia tua dan mengalami penurunan produksi.

Di Riau, kelapa merupakan salah satu komoditas perkebunan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat, terutama di wilayah pesisir seperti Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti.

Karena itu, keberhasilan program peremajaan dinilai penting untuk menjaga produktivitas perkebunan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat yang bergantung pada komoditas tersebut.

Dengan target yang telah disesuaikan menjadi 12.000 hektare, Pemprov Riau berharap pelaksanaan Program Peremajaan Kelapa 2026 dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi petani di tiga kabupaten prioritas. (trp)