Harga Cabai Merah di Pekanbaru Tembus Rp80 Ribu, Pembeli Mulai Pangkas Belanja

Pedagang di Pekanbaru ungkap kenaikan harga cabai kini tembus Rp80.000/kg. (Foto: Wahyu)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Harga cabai merah mulai menguras kantong warga Pekanbaru. Dalam sekitar 10 hari terakhir, komoditas yang hampir selalu ada di dapur itu terus bergerak naik hingga mencapai Rp80.000 per kilogram.

Kenaikan paling terasa pada cabai merah yang didatangkan dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Di Pasar Tradisional Cik Puan, harganya kini berada di level Rp80.000 per kilogram, dari sebelumnya sekitar Rp60.000.

Bagi pedagang, kenaikan tersebut tidak hanya mengubah harga jual. Pola belanja konsumen ikut bergeser.

Pedagang Pasar Cik Puan, Eka mengatakan, perubahan jumlah belanja mulai terlihat sejak harga cabai bergerak naik.

Pembeli yang sebelumnya biasa membeli setengah kilogram kini banyak yang mengurangi porsinya. Ada yang hanya membeli seperempat kilogram, bahkan sekitar satu ons.

“Pembeli harian biasanya beli setengah kilo, sekarang dikurangi menjadi seperempat atau satu ons,” kata Eka kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga :  PT Sarana Pembangunan Siak Buka Seleksi Direktur 2026-2030, Ini Syarat dan Tahapannya

Perubahan tersebut menunjukkan kenaikan harga mulai berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat. Konsumen tetap membutuhkan cabai, tetapi jumlah yang dibawa pulang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Kondisi ini juga ikut menekan omzet pedagang pasar tradisional.

Pasokan Terganggu Cuaca, Harga Ikut Bergerak
Menurut Eka, cuaca buruk di daerah sentra produksi menjadi salah satu pemicu berkurangnya pasokan cabai yang masuk ke pasar Pekanbaru.

Stok yang lebih terbatas membuat harga di tingkat pedagang ikut terdorong naik. Pada saat yang sama, permintaan terhadap cabai masih cukup tinggi.

“Cuaca, bang. Selain itu, peminatnya juga banyak,” ujar Eka.

Kondisi tersebut membuat harga cabai dari daerah pemasok berbeda-beda. Cabai merah asal Bukittinggi kini menjadi yang paling tinggi di Pasar Cik Puan, yakni Rp80.000 per kilogram.

Sementara cabai merah yang didatangkan dari Jawa dan Medan berada di kisaran Rp55.000 per kilogram. Harga itu juga naik cukup jauh dibandingkan kondisi normal yang berada sekitar Rp35.000 per kilogram.

Baca Juga :  PT Sarana Pembangunan Siak Buka Seleksi Direktur 2026-2030, Ini Syarat dan Tahapannya

Cabai Naik, Bawang Merah dan Tomat Justru Turun
Di tengah kenaikan harga cabai merah, tidak semua kebutuhan dapur mengalami tekanan harga.

Bawang merah justru bergerak turun. Komoditas tersebut kini dijual sekitar Rp24.000 per kilogram, dari harga sebelumnya Rp28.000.

Penurunan lebih besar terjadi pada tomat. Harganya kini berada di sekitar Rp10.000 per kilogram, setelah sebelumnya mencapai Rp20.000 per kilogram.

Pedagang melihat kondisi pasokan menjadi salah satu faktor yang membuat harga sejumlah komoditas bergerak berbeda.

Cabai merah menghadapi pasokan yang lebih terbatas akibat gangguan cuaca di sentra produksi. Sebaliknya, bawang merah dan tomat tersedia lebih banyak sehingga harga di pasar ikut melandai.

Pedagang Menunggu Pasokan Kembali Normal
Bagi pedagang, harga cabai yang tinggi tidak selalu berarti keuntungan meningkat. Ketika harga naik, konsumen cenderung mengurangi jumlah pembelian.

Baca Juga :  PT Sarana Pembangunan Siak Buka Seleksi Direktur 2026-2030, Ini Syarat dan Tahapannya

Situasi itu membuat perputaran barang ikut berubah. Pedagang harus menyesuaikan stok dengan kemampuan belanja masyarakat agar komoditas tetap terserap pasar.

Sementara bagi konsumen, cabai merah kini menjadi salah satu komoditas yang harus dihitung lebih cermat dalam belanja harian.

Jika pasokan dari sentra produksi kembali lancar, harga di tingkat pasar diharapkan dapat bergerak lebih stabil. Namun, selama pasokan masih terganggu cuaca, warga Pekanbaru masih harus berhadapan dengan harga cabai yang jauh di atas kondisi normal. (why)