Level Gunung Sinabung Naik Siaga, 615 Warga Karo Mengungsi ke Posko

Burung merpati terlihat berada di hadapan Gunung Sinabung yang tengah erupsi. (Foto: AFP/ YT Haryono)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara kembali meningkat dan mendorong ratusan warga mengungsi meninggalkan rumahnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, ada 615 warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, kini berada di posko pengungsian.

Mereka mengungsi ke Posko Penanganan Darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, setelah Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi.

Status aktivitas gunung api tersebut juga telah dinaikkan dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga.

Erupsi Sinabung Capai 3.500 Meter
Erupsi terjadi, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat erupsi, kolom abu vulkanik terpantau mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung.

Ketinggian tersebut setara sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut. Hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik.

Kondisi tersebut membuat status Gunung Sinabung dinaikkan menjadi Level III Siaga sejak pukul 12.30 WIB pada hari yang sama.

BNPB menyebut, erupsi tersebut masih berada pada fase awal. Aktivitas gunung api masih berpotensi mengalami perubahan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pemerintah terus memantau kondisi warga.

Baca Juga :  Gunung Sinabung Siaga, Warga Dua Desa di Karo Dievakuasi

“Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus memantau kondisi masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak,” kata Berton dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2026).

615 Warga Kuta Tengah Mengungsi
Data sementara BNPB menunjukkan 211 keluarga atau sekitar 615 jiwa dari Desa Kuta Tengah telah berada di lokasi pengungsian.

Sementara warga Desa Payung, Kecamatan Payung, masih memilih bertahan di rumah masing-masing. Meski begitu, warga di wilayah tersebut diminta tetap bersiaga terhadap perkembangan aktivitas Sinabung.

BNPB menyebut sejumlah wilayah kini menjadi perhatian pemerintah dan petugas kebencanaan.

Wilayah tersebut mencakup Desa Ndokum Siroga dan Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat serta Desa Payung di Kecamatan Payung.

Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Erupsi Gunung Sinabung juga masih berlaku di Kabupaten Karo. Status tersebut ditetapkan melalui Nomor 361/559/BPBD/2026 dan berlaku selama 90 hari.

Periode penetapannya berlangsung sejak 8 Juli hingga 5 Oktober 2026.

Zona Bahaya Diperluas
Peningkatan aktivitas Sinabung turut berdampak pada wilayah yang masuk dalam zona rawan bencana. Perluasan kawasan tersebut dilakukan berdasarkan rekomendasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Baca Juga :  Gunung Sinabung Siaga, Warga Dua Desa di Karo Dievakuasi

BNPB melarang masyarakat dan pengunjung beraktivitas di desa-desa yang telah direlokasi. Larangan juga berlaku dalam radius radial tiga kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

Untuk sektor tertentu, batas kewaspadaan mencapai enam kilometer ke arah selatan-timur.

Pemerintah mengingatkan warga agar tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Sementara itu, berdasarkan laporan pengamatan Badan Geologi Kementerian ESDM, aktivitas Sinabung masih terlihat pada Rabu pagi hingga siang.

Pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB menunjukkan gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-II. Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat terlihat berwarna putih dan kelabu.

Ketinggian asap berkisar 300 hingga 500 meter di atas puncak kawah dengan intensitas sedang hingga tebal.

Tim pengamatan juga mencatat abu vulkanik bergerak ke arah utara hingga timur laut. Aktivitas kegempaan masih terekam melalui tremor menerus atau microtremor.

Baca Juga :  Gunung Sinabung Siaga, Warga Dua Desa di Karo Dievakuasi

Amplitudo tremor tercatat 2-3 milimeter dengan amplitudo dominan 2 milimeter. Data tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik Sinabung masih membutuhkan pemantauan ketat.

Warga Diminta Waspadai Bahaya Lahar
Ancaman Sinabung tidak hanya berasal dari erupsi dan abu vulkanik. Warga yang tinggal di sekitar sungai berhulu di Gunung Sinabung diminta mengantisipasi potensi aliran lahar.

BNPB meminta masyarakat tetap mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah dan petugas berwenang.

Pemerintah Kabupaten Karo juga diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Koordinasi dilakukan untuk memastikan perkembangan aktivitas gunung api dapat segera ditindaklanjuti.

PVMBG juga akan mengevaluasi tingkat aktivitas Gunung Sinabung secara berkala. Evaluasi dapat dilakukan sewaktu-waktu jika terjadi perubahan aktivitas vulkanik yang signifikan. (l6c)