1.490 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Riau Catat 123 Titik, Indragiri Hulu Mendominasi

Sebanyak 1.490 hotspot terpantau di Sumatera. Riau menyumbang 123 titik, dengan Indragiri Hulu menjadi wilayah terbanyak. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Sebanyak 1.490 titik panas atau hotspot terpantau di wilayah Sumatera, Kamis (10/9/2026) malam. Riau menyumbang 123 titik, dengan Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan konsentrasi hotspot paling tinggi di provinsi tersebut.

Data pemantauan pukul 23.00 WIB malam tadi menunjukkan, jumlah hotspot di Riau mengalami penurunan cukup besar dibandingkan sehari sebelumnya.

Sehari sebelumnya, hotspot di Riau tercatat mencapai 317 titik. Artinya, terjadi penurunan sebanyak 194 titik dalam satu hari.

Meski jumlahnya turun, keberadaan ratusan titik panas tetap menjadi perhatian, karena tersebar di sejumlah kabupaten.

Dari 123 hotspot yang terpantau di Riau, 100 titik berada di Kabupaten Indragiri Hulu. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di Riau.

“Indragiri Hilir berada di posisi berikutnya dengan sembilan hotspot. Kemudian Kepulauan Meranti enam titik, Bengkalis lima titik, Pelalawan dua titik dan Kampar satu titik,” ujar Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Gita Dewi S. dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/9/2026).

Baca Juga :  BYD Atto 1 Jadi Mobil Terlaris Agustus 2026, Penjualan Mobil Indonesia Tembus 83 Ribu Unit

Data itu menunjukkan konsentrasi hotspot Riau masih terkumpul kuat di wilayah Indragiri Hulu.

Penurunan jumlah titik panas belum serta-merta menghilangkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kondisi cuaca, angin serta keberadaan titik panas tetap perlu dipantau secara berkala.

Sumatera Selatan Tertinggi, Capai 886 Hotspot
Jika melihat peta Sumatera, jumlah hotspot jauh lebih besar. Dari 1.490 titik panas yang terpantau, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, mencapai 886 titik.

Posisi berikutnya ditempati Bangka Belitung dengan 211 hotspot dan Lampung sebanyak 131 titik. Riau berada di bawah tiga wilayah tersebut dengan 123 hotspot.

Baca Juga :  PPh Migas PI 10 Persen WK Rokan Tembus Rp33,82 Miliar, Pemprov Riau Pertanyakan Hitungannya

Sementara itu, Jambi tercatat memiliki 97 hotspot. Kepulauan Riau 27 titik, Sumatera Utara sembilan titik, Sumatera Barat empat titik dan Bengkulu dua titik.

Data tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas titik panas masih cukup terkonsentrasi di beberapa wilayah Sumatera, terutama Sumatera Selatan.

Hotspot Riau Turun 194 Titik
Penurunan hotspot di Riau menjadi salah satu perkembangan yang patut dicermati dalam pemantauan terbaru. Dalam sehari, jumlahnya berkurang dari 317 menjadi 123 titik.

Namun, distribusinya tidak merata. Indragiri Hulu sendiri menyumbang 100 titik atau sebagian besar dari hotspot yang terpantau di Riau.

Kondisi ini membuat pemantauan lapangan tetap diperlukan, terutama pada kawasan yang memiliki konsentrasi titik panas tinggi.

Bagi Riau, perkembangan hotspot juga perlu dibaca bersama prakiraan cuaca. Hujan yang turun di sejumlah wilayah dapat membantu menekan potensi kebakaran, tetapi titik panas tetap membutuhkan verifikasi untuk mengetahui apakah berkaitan dengan kebakaran lahan atau faktor lain.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Mediasi, KOMPOR Desak DPRD Pekanbaru Buka Legalitas Alih Fungsi Pasar Kodim

Dengan jumlah 1.490 hotspot di Sumatera, kewaspadaan terhadap potensi karhutla masih perlu dipertahankan. Riau memang mengalami penurunan signifikan, tetapi 123 titik panas yang tersisa menunjukkan bahwa ancaman belum sepenuhnya mereda. (zul)