Riau Kembali Dikepung 346 Hotspot, Inhil dan Inhu Catat Titik Panas Terbanyak

346 hotspot terdeteksi di Riau. Inhil menjadi daerah dengan titik panas terbanyak, disusul Inhu dan Bengkalis. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Sebaran titik panas atau hotspot di Riau kembali meningkat. Data pemantauan terbaru mencatat 346 hotspot di berbagai wilayah Riau.

Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi daerah dengan jumlah titik panas paling tinggi, yakni 111 titik. Kondisi ini menempatkan Inhil sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Data tersebut disampaikan Forecaster On Duty, Deby C., berdasarkan pembaruan pemantauan hotspot di wilayah Sumatera. Dari total 4.229 hotspot yang terpantau di Pulau Sumatera, sebanyak 346 titik berada di Riau.

Sebaran hotspot di Riau tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah. Sejumlah kabupaten dan kota lainnya juga terpantau memiliki titik panas.

Baca Juga :  Heboh Beli BBM Subsidi Wajib Tunjukkan STNK, Pertamina Akhirnya Buka Suara

Setelah Inhil, jumlah hotspot terbanyak tercatat di Indragiri Hulu (Inhu) dengan 97 titik. Kemudian Bengkalis berada di posisi berikutnya dengan 46 titik.

Kabupaten Siak tercatat memiliki 31 hotspot, disusul Kepulauan Meranti sebanyak 27 titik dan Pelalawan 26 titik.

Sementara daerah lainnya mencatat jumlah yang lebih rendah. Kampar memiliki 2 titik, Kuantan Singingi 1 titik, Dumai 3 titik, dan Pekanbaru 2 titik.

Data tersebut menunjukkan bahwa titik panas tersebar di sejumlah kawasan Riau, dengan konsentrasi terbesar berada di wilayah pesisir timur dan bagian tengah provinsi.

Sumsel Catat Hotspot Tertinggi
Jumlah hotspot Riau juga menjadi bagian dari tingginya aktivitas titik panas di Sumatera. Sumatera Selatan tercatat sebagai provinsi dengan jumlah hotspot paling tinggi, mencapai 2.587 titik.

Baca Juga :  Udara Siak Memburuk, 13 Kecamatan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Di bawahnya terdapat Jambi dengan 539 titik dan Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 409 titik.

Provinsi lain yang turut terpantau memiliki hotspot antara lain Lampung sebanyak 200 titik, Sumatera Barat 56 titik, Kepulauan Riau 40 titik, Bengkulu 34 titik, Aceh 10 titik, serta Sumatera Utara 8 titik.

Tingginya jumlah hotspot di sejumlah provinsi tersebut membuat pemantauan kondisi atmosfer dan potensi kebakaran hutan serta lahan di Sumatera tetap menjadi perhatian.

Untuk Riau, wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi seperti Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu perlu mendapat pemantauan lebih intensif guna memastikan setiap indikasi kebakaran dapat ditindaklanjuti sedini mungkin. (bsh)