Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, SMA-SMK Terapkan PJJ

PM2.5 Pekanbaru mencapai 142,5 µg/m³ dan masuk kategori sangat tidak sehat. Sekolah SMA-SMK kembali menerapkan PJJ. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Warga Kota Pekanbaru kembali menghadapi buruknya kualitas udara, Kamis (17/9/2026) pagi. Kabut asap masih menyelimuti sejumlah kawasan, sementara konsentrasi partikulat halus PM2.5 berada pada level sangat tidak sehat.

Data pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 142,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pagi hari. Kondisi tersebut bukan muncul secara tiba-tiba. Sejak tengah malam, konsentrasi PM2.5 sudah berada pada tingkat tinggi.

Dalam pemantauan sejak pukul 00.00 WIB hingga sekitar pukul 06.00 WIB, PM2.5 tercatat berada pada rentang 155 hingga 226 µg/m³. Angka tersebut masih berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Asap Kurangi Jarak Pandang
Partikel pencemar lainnya juga terpantau dalam konsentrasi tinggi. Pada pemantauan pagi, PM10 tercatat 211,4 µg/m³.

Sementara itu, konsentrasi ozon (O3) berada di angka 30,8 µg/m³, nitrogen dioksida (NO2) 22,5 µg/m³ dan sulfur dioksida (SO2) 14,1 µg/m³.

Kondisi tersebut berlangsung ketika Pekanbaru masih berpotensi mengalami udara kabur akibat asap. BMKG memprakirakan kondisi kabur hingga berawan pada Kamis, dengan asap berpotensi menyebabkan jarak pandang menurun.

Udara kabur diprakirakan masih dapat terjadi pada siang, sore, malam hingga dini hari. Artinya, kondisi atmosfer yang kurang bersahabat belum sepenuhnya berakhir pada pagi hari.

Baca Juga :  Udara Pekanbaru Tak Sehat, Pemko Kembali Berlakukan PJJ, Guru Tetap Pantau Siswa

Hujan Berpeluang Turun di Sejumlah Wilayah Riau
Di tengah kabut asap yang masih bertahan, peluang hujan muncul di sejumlah wilayah Riau. Siang dan sore, hujan ringan diprakirakan mengguyur sebagian Kepulauan Meranti, Pelalawan, Bengkalis, Siak dan Rokan Hulu.

Memasuki malam hingga dini hari, hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sebagian Bengkalis, Rokan Hilir dan Kota Dumai.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella R. Adelia mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Bengkalis pada malam hingga dini hari.

BMKG mencatat kondisi udara kabur juga terjadi di sejumlah kota di Riau pada Kamis. Dalam prakiraan Stamet SSK II Pekanbaru, Pekanbaru, Dumai, Bengkalis, Siak, Bangkinang, Bagan Siapi-api dan sejumlah wilayah lainnya tercatat mengalami kondisi udara kabur.

SMA dan SMK di Pekanbaru Terapkan PJJ
Buruknya kualitas udara turut berimbas terhadap aktivitas belajar mengajar. Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik SMA dan SMK di Kota Pekanbaru.

Baca Juga :  Karmila Sari Bekali 274 Mahasiswa Baru Universitas Awal Bros, Kuliah Tak Cukup Hanya Pintar

Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya mengatakan, kebijakan tersebut diberlakukan selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat. Pembelajaran tatap muka direncanakan kembali pada Senin dengan melihat perkembangan kualitas udara.

“Jadi anak-anak SMA sederajat di Pekanbaru akan kembali sekolah tatap muka pada Senin mendatang, dengan tetap melihat perkembangan kualitas udara,” kata Erisman.

Kebijakan tersebut tidak otomatis berlaku sama di seluruh wilayah Riau. Dinas Pendidikan menyesuaikannya dengan kondisi kualitas udara masing-masing daerah.

Penerapan PJJ mengacu pada Surat Edaran Gubernur Riau Nomor 100.3.4/17/SETDA/2026 tanggal 24 Agustus 2026, serta mempertimbangkan data kualitas udara dari lembaga terkait, termasuk BMKG.

Bagi satuan pendidikan SMA, SMK dan SLB yang masih melaksanakan pembelajaran secara tatap muka, Dinas Pendidikan Riau mengimbau peserta didik menggunakan alat pelindung pernapasan, terutama masker.

Siswa juga diminta menjaga kondisi tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, memperoleh waktu istirahat yang cukup serta memenuhi kebutuhan cairan.

Baca Juga :  Karmila Sari Bekali 274 Mahasiswa Baru Universitas Awal Bros, Kuliah Tak Cukup Hanya Pintar

Imbauan tersebut menjadi relevan di tengah konsentrasi PM2.5 yang masih tinggi di Pekanbaru. Kondisi udara seperti ini membuat masyarakat perlu mempertimbangkan kembali aktivitas di luar ruangan.

Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker dan memantau perkembangan kualitas udara secara berkala.

Kondisi kabut asap juga masih menjadi bagian dari persoalan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan Riau dan sejumlah wilayah Sumatera. Data BMKG Pekanbaru pada 17 September 2026 bahkan menunjukkan aktivitas titik panas di Sumatera masih tinggi.

Bagi masyarakat Pekanbaru, perkembangan kualitas udara menjadi informasi yang perlu diperhatikan sebelum melakukan kegiatan di luar ruangan, khususnya pada pagi hingga malam ketika kondisi kabut asap masih berpotensi bertahan. (mcr)