Karhutla Meluas, Kualitas Udara di 14 Kecamatan Inhu Masuk Zona Tidak Sehat

Kualitas udara di Inhu memburuk. Kuala Cenaku mencapai 236 atau sangat tidak sehat, sementara 13 kecamatan lainnya masuk kategori tidak sehat. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kondisi udara di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, terus menunjukkan penurunan. Dalam sehari, kualitas udara di Kecamatan Kuala Cenaku berubah dari kategori sedang menjadi sangat tidak sehat.

Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Inhu mencatat angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kuala Cenaku mencapai 236, Kamis (10/9/2026).

Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

Sehari sebelumnya, kondisi udara di wilayah itu masih berada pada kategori sedang. Perubahan tersebut terjadi di tengah kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang dilaporkan semakin meluas di Kecamatan Kuala Cenaku.

Kondisi udara buruk juga tidak hanya terjadi di Kuala Cenaku. Sebanyak 13 kecamatan lain di Inhu tercatat berada dalam kategori tidak sehat.

Baca Juga :  Antisipasi Dampak Kabut Asap, 102.400 Masker Sudah Dibagikan ke Masyarakat Riau

Enam Kecamatan Catat ISPU 167
Kepala DLH Inhu, Elpahri Adha mengatakan, kualitas udara di 13 kecamatan telah masuk kategori tidak sehat.

“Kualitas udara di 13 kecamatan masuk kategori tidak sehat, di enam kecamatan level ISPU mencapai 167,” ujar Elpahri.

Enam kecamatan yang mencatat ISPU 167 yakni Rengat, Rengat Barat, Seberida, Pasir Penyu, Sungai Lala dan Lirik.

Angka tersebut menunjukkan tekanan kualitas udara telah menyebar ke sejumlah wilayah Inhu, tidak hanya terkonsentrasi di kawasan Kuala Cenaku.

Dua Kecamatan Berada di Level 130
Data DLH Inhu juga mencatat kondisi udara di Kecamatan Batang Gansal dan Batang Cenaku berada pada angka ISPU 130.

Baca Juga :  Update Cuaca Riau Hari Ini: Hujan Lebat dan Petir Ancam 10 Wilayah

Sementara itu, lima kecamatan lainnya berada pada level 110. Wilayah tersebut meliputi Kelayang, Rakit Kulim, Lubuk Batu Jaya, Peranap dan Batang Peranap.

Dengan kondisi tersebut, sebagian besar wilayah yang tercatat dalam pemantauan DLH Inhu berada pada level kualitas udara yang perlu mendapat perhatian.

Karhutla Jadi Sorotan
Memburuknya kualitas udara di Inhu terjadi ketika aktivitas kebakaran lahan dan hutan di Kuala Cenaku disebut semakin meluas.

Lonjakan ISPU di wilayah tersebut menjadi gambaran dampak kabut asap terhadap kualitas udara. Dari kategori sedang sehari sebelumnya, angkanya kini mencapai 236.

Kondisi ini membuat pemantauan kualitas udara menjadi semakin penting, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan angka ISPU tinggi.

Baca Juga :  Kabut Asap Pekanbaru Makin Mengkhawatirkan, Sudah 2.751 Warga Terserang ISPA

Masyarakat juga diimbau memperhatikan informasi kualitas udara dari pemerintah dan mengambil langkah perlindungan yang diperlukan ketika kondisi udara memburuk.

DLH Inhu terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kualitas udara di sejumlah kecamatan untuk melihat perkembangan situasi di tengah penanganan karhutla. (trp)