Pekanbaru Diguyur Hujan, PM2.5 Turun ke Level Sehat, Warga Mulai Hirup Udara Segar

Kualitas udara di Pekanbaru hari ini mulai membaik. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Hujan gerimis yang turun sejak Jumat (11/9/2026) dini hari membawa perubahan pada kondisi udara di Kota Pekanbaru. Kabut asap yang beberapa hari terakhir masih terasa mulai menipis setelah sebagian wilayah kota diguyur hujan.

Suasana udara di sejumlah kawasan Pekanbaru pun terasa lebih segar. Kondisi tersebut sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi adanya hujan ringan hingga sedang pada pagi hari.

Perubahan cuaca ini menjadi kabar baik di tengah persoalan kabut asap yang sempat mengganggu kualitas udara di sejumlah wilayah Riau.

Forecaster On Duty BMKG, Gita Dewi S. memprakirakan, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah Riau sepanjang Jumat.

Pada pagi hari, sebagian wilayah Riau mengalami kondisi udara kabur dan berawan. Hujan ringan sampai sedang berpeluang turun di Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Kota Pekanbaru.

Potensi hujan kemudian meluas pada siang hingga sore hari. Beberapa daerah yang berpeluang diguyur hujan antara lain Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Siak, Kampar, Indragiri Hulu, Kota Dumai dan Pekanbaru.

Baca Juga :  Kabut Asap Pekanbaru Makin Mengkhawatirkan, Sudah 2.751 Warga Terserang ISPA

Memasuki malam hari, hujan masih berpotensi terjadi di Siak, Rokan Hilir, Indragiri Hulu dan Pekanbaru.

Sementara pada waktu dini hari, peluang hujan diprakirakan terdapat di Rokan Hilir, Siak dan Kota Pekanbaru.

Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sehat
Dampak hujan juga terlihat pada kondisi kualitas udara Pekanbaru. Data pada laman resmi BMKG menunjukkan kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau tersebut berada dalam kategori sehat.

Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 tercatat sebesar 10,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, menyambut baik perubahan kondisi tersebut. Menurutnya, turunnya hujan membantu mengurangi kabut asap yang sempat menyelimuti kota.

“Alhamdulillah hujan mengguyur kota, kualitas udara pun jadi membaik,” kata Zulhelmi.

Meski kondisi udara membaik, Pemerintah Kota Pekanbaru tetap menyiapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan akibat paparan asap.

21 Puskesmas Tetap Layani Warga Terdampak Asap
Zulhelmi mengatakan, pelayanan kesehatan tetap berjalan di seluruh puskesmas yang ada di Pekanbaru.

Sebanyak 21 puskesmas disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk warga yang mengalami keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Baca Juga :  Elevasi Waduk PLTA Koto Panjang Turun 4,77 Meter, Tersisa 1,88 Meter dari Batas Terendah

Pemko juga memastikan ketersediaan obat-obatan bagi pasien yang membutuhkan penanganan.

Pelayanan tersebut turut didukung fasilitas nebulizer yang tersedia di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani bagi pasien dengan kondisi yang membutuhkan terapi tersebut.

“Kita siapkan obat-obatan bagi pasien ISPA, di RSD Madani, ada juga nebulizer bagi pasien,” ujar Zulhelmi.

Langkah ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan pemerintah daerah selama kualitas udara belum sepenuhnya stabil.

Sementara itu, saat membaiknya kualitas udara, Pemko Pekanbaru juga memastikan tidak ada lagi titik api yang terdeteksi di wilayah kota.

Zulhelmi menyebut kondisi Pekanbaru saat ini zero titik api. Dengan demikian, kabut asap yang masih dirasakan di sejumlah lokasi bukan berasal dari kebakaran lahan yang terjadi di dalam wilayah Kota Pekanbaru.

Menurut dia, asap yang masih terlihat lebih berkaitan dengan kiriman dari wilayah sekitar Pekanbaru.

Pemerintah berharap hujan yang turun dapat membantu mengakhiri persoalan kabut asap yang sempat mengganggu aktivitas masyarakat. “Kita berharap dengan kondisi ini bencana kabut asap ini segera berakhir,” katanya.

Baca Juga :  Update Cuaca Riau Hari Ini: Hujan Lebat dan Petir Ancam 10 Wilayah

Membaiknya kualitas udara tidak membuat pemerintah lengah. Zulhelmi kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada warga yang tinggal di kawasan dengan karakteristik tanah gambut. Pembakaran sampah dalam kondisi tertentu dapat memicu munculnya api yang sulit dikendalikan apabila merembet ke lahan gambut.

“Karena di beberapa tempat, yang lahannya gambut, awalnya mereka bakar sampah. Itu kita ingatkan,” ujar Zulhelmi.

Pemerintah Kota Pekanbaru meminta masyarakat ikut menjaga kondisi lingkungan. Hujan yang turun diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas udara untuk sementara, tetapi juga menjadi momentum untuk mencegah munculnya kembali kebakaran lahan dan kabut asap. (trp)