Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, 292 Hotspot Terdeteksi di Riau

Kualitas udara Pekanbaru Minggu pagi masuk kategori sangat tidak sehat. Di Riau terdeteksi 292 hotspot, terbanyak di Indragiri Hulu. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Warga Pekanbaru perlu lebih waspada saat beraktivitas di luar rumah pada Minggu (6/9/2026). Kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau itu berada dalam kategori sangat tidak sehat, berdasarkan pemantauan di kawasan BMKG Sultan Syarif Kasim Pekanbaru.

Kondisi tersebut terjadi ketika kabut asap masih terlihat di sejumlah wilayah dan jumlah titik panas di Riau masih cukup tinggi. Data terbaru menunjukkan 292 hotspot terdeteksi di berbagai kabupaten dan kota.

Situasi ini membuat masyarakat, terutama kelompok yang rentan terhadap gangguan akibat kualitas udara buruk, perlu mempertimbangkan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Forecaster On Duty BMKG, Bella R. Adelia menjelaskan, salah satu parameter yang digunakan dalam melihat kondisi udara adalah PM2.5.

PM2.5 adalah partikel sangat halus yang melayang di udara. Konsentrasinya diukur menggunakan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Menurut Bella, angka PM2.5 menggambarkan jumlah partikel halus yang berada di udara. Ketika konsentrasinya meningkat, kualitas udara ikut memburuk.

Baca Juga :  Udara Siak Memburuk, 13 Kecamatan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

“PM₂.₅ menunjukkan banyaknya partikel berukuran sangat kecil yang terdapat di udara. Nilainya dinyatakan dalam µg/m³. Semakin tinggi nilainya, semakin banyak partikel PM₂.₅ di udara dan semakin buruk kualitas udaranya,” ulas Bella.

Partikel berukuran sangat kecil tersebut menjadi perhatian karena dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.

Karena itu, masyarakat disarankan memantau perkembangan kualitas udara sebelum keluar rumah. Langkah ini semakin perlu dilakukan ketika kondisi kabut asap masih terjadi di sejumlah kawasan Pekanbaru.

292 Hotspot Tersebar di Sejumlah Wilayah Riau
Kondisi udara Pekanbaru yang buruk berlangsung bersamaan dengan tingginya aktivitas titik panas di Provinsi Riau.

Dari pembaruan data hotspot, tercatat 292 titik panas tersebar di sejumlah daerah. Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling banyak, yakni 99 titik. Posisi berikutnya ditempati Indragiri Hilir dengan 66 titik, kemudian Bengkalis sebanyak 44 titik.

Baca Juga :  Empat Gunung Api Hari Ini Erupsi Bersamaan, Abu Anak Krakatau Menyebar Sampai Bengkulu

Hotspot juga ditemukan di beberapa wilayah lain. Siak tercatat memiliki 23 titik, Pelalawan 16 titik, Kepulauan Meranti 12 titik dan Kota Dumai 12 titik.

Sementara itu, Rokan Hulu terdeteksi 11 titik panas, Kuantan Singingi 7 titik dan Rokan Hilir sebanyak 2 titik.

Sebaran titik panas tersebut menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan di tengah kualitas udara yang memburuk di Pekanbaru.

Cuaca Riau Didominasi Udara Kabur dan Berawan
Minggu pagi, kondisi cuaca di sebagian wilayah Riau diprakirakan masih didominasi udara kabur hingga berawan.

Kondisi tersebut berpotensi berlangsung sejak pagi, berlanjut pada siang dan sore hari, kemudian malam hingga dini hari. Peluang hujan ringan diprakirakan hanya terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir pada dini hari.

Suhu udara di Riau diperkirakan berada pada rentang 23 hingga 34 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berkisar antara 50 hingga 95 persen.

Baca Juga :  KPK Belum Periksa Raja Juli Antoni, Penyidik Fokus Bongkar Suap Jabatan Suhardiman Amby

Dengan kondisi udara Pekanbaru yang masuk kategori sangat tidak sehat, masyarakat diimbau tidak mengabaikan informasi kualitas udara sebelum menjalankan kegiatan di luar ruangan.

Kelompok rentan juga disarankan mengurangi aktivitas di luar ketika kualitas udara memburuk.

Untuk mengetahui perkembangan kualitas udara di wilayah Riau lainnya, masyarakat dapat memanfaatkan informasi pemantauan yang disediakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pemantauan secara berkala diperlukan karena kondisi udara dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca dan sumber pencemar di lapangan. (zul)