PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Keluhan berupa batuk dan sakit tenggorokan muncul di tengah memburuknya kualitas udara sejak Selasa (5/10/2026) lalu.
Merespons kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru bersama sejumlah rumah sakit swasta membuka lima posko pelayanan kesehatan di lokasi strategis.
Posko-posko tersebut disiapkan untuk memberikan pemeriksaan dan penanganan medis kepada warga yang mengalami gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang berkaitan dengan paparan asap.
Kehadiran layanan kesehatan ini menjadi langkah pemerintah daerah untuk mendekatkan pertolongan medis kepada masyarakat. Warga yang mulai merasakan gejala gangguan pernapasan dapat mendatangi posko tanpa harus menunggu kondisinya semakin memburuk.
Pelayanan kesehatan ditempatkan di lima titik yang berada di bawah koordinasi Pos Lantas Polda Riau. Lokasinya tersebar di sejumlah kawasan strategis agar mudah dijangkau masyarakat.
Kelima posko tersebut berada di Pos Gurindam 1, di sebelah Kantor Gubernur Riau; Pos Gurindam 2, di persimpangan Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Jenderal Sudirman; serta Pos Gurindam 3, di persimpangan Bandara Sultan Syarif Kasim II.
Dua lokasi lainnya adalah Pos Gurindam 4 di Jalan Ronggowarsito dan Pos Gurindam 5 di persimpangan Mal SKA.
Menurut keterangan dr. Salsa, terdapat lima posko yang disiapkan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap.
Setiap posko beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Petugas yang disiagakan terdiri atas seorang dokter, dua perawat, serta satu unit ambulans untuk mendukung pelayanan dan kebutuhan penanganan medis.
Warga Keluhkan Gangguan Pernapasan
Dampak kabut asap mulai dirasakan langsung oleh warga. Sejumlah masyarakat mendatangi posko kesehatan untuk memeriksakan kondisi tubuh mereka setelah mengalami keluhan pada saluran pernapasan.
Tari, salah seorang warga yang datang untuk mendapatkan pemeriksaan, mengaku mulai merasakan batuk dan sakit tenggorokan sejak kabut asap menyelimuti kota.
Keluhan tersebut menjadi pengingat bahwa paparan asap dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat, terutama ketika aktivitas sehari-hari tetap berlangsung di tengah kondisi udara yang buruk.
Pelayanan di posko diharapkan membantu warga memperoleh pemeriksaan lebih cepat sekaligus mendapatkan penanganan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Asap Kiriman Sumatera Selatan dan Jambi
Kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru tidak hanya menjadi persoalan lokal. Berdasarkan informasi BMKG Pekanbaru yang dirilis pada Rabu sebelumnya, asap yang mencapai ibu kota Provinsi Riau itu berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan serta Jambi.
Angin membawa asap dari kedua provinsi tersebut hingga menyelimuti Pekanbaru dan sejumlah wilayah lain di Riau. Sementara itu, berdasarkan pemantauan yang disampaikan dalam informasi tersebut, titik panas di wilayah Riau terpantau relatif sedikit.
Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan dapat melintasi batas wilayah. Asap yang terbentuk di satu daerah berpotensi mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat di daerah lain, bergantung pada arah serta kondisi angin.
Masyarakat Diminta Membatasi Aktivitas di Luar Ruangan
Pemerintah Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti kota. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah juga diminta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.
Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan keluhan seperti batuk, sakit tenggorokan, atau gangguan pernapasan lainnya. Jika gejala muncul atau memburuk, warga dapat mendatangi posko kesehatan terdekat untuk memperoleh pemeriksaan.
Dengan lima posko yang beroperasi setiap hari, pemerintah berharap masyarakat terdampak dapat mengakses layanan medis dengan lebih mudah sembari tetap membatasi paparan asap hingga kondisi udara membaik. (why)





