PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Sebanyak 12 pasien pengguna BPJS Kesehatan harus menunggu di area luar Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Rabu siang. Mayoritas merupakan pasien lanjut usia (lansia) yang menanti kepastian mendapatkan ruang rawat inap.
Situasi ini memicu kekecewaan keluarga pasien. Mereka mengaku harus menunggu selama berjam-jam tanpa kejelasan, kapan anggota keluarga mereka bisa dipindahkan ke ruang perawatan.
Bagi pasien yang sedang membutuhkan penanganan medis, waktu tunggu menjadi beban tersendiri. Apalagi, mereka harus bertahan di luar ruangan ketika cuaca panas dan kondisi lingkungan dinilai kurang nyaman.
Salah seorang keluarga pasien, Aini Putri menceritakan kondisi ibunya yang menderita penyakit paru-paru parah dan membutuhkan perawatan inap sesegera mungkin.
“Ibu saya sudah tidak tahan menunggu di luar karena cuaca panas, ditambah lagi bau limbah parit rumah sakit yang sangat menyengat,” ujar Aini kepada wartawan.
Manajemen Akui Ruang Rawat Inap Penuh
Menanggapi keluhan tersebut, Humas RSUD Arifin Achmad Riau, Irham, membenarkan bahwa kapasitas ruang perawatan inap rumah sakit sedang penuh.
“Sementara ini seluruh ruangan inap memang sudah penuh oleh pasien,” jelas Irham.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan terhadap kapasitas layanan rumah sakit. Ketika seluruh ruang rawat inap terisi, pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan harus menunggu ketersediaan tempat.
Meski demikian, keluhan keluarga pasien menyoroti perlunya kejelasan informasi selama masa tunggu, terutama bagi pasien lansia dan mereka yang membutuhkan penanganan segera.
Keluarga Berharap Ada Solusi
Keluarga pasien berharap manajemen RSUD Arifin Achmad bersama Pemerintah Provinsi Riau dapat mencari langkah untuk mengatasi persoalan keterbatasan ruang rawat inap.
Mereka menginginkan pasien memperoleh kepastian pelayanan dan tempat menunggu yang layak selama proses penanganan berlangsung.
Persoalan ini juga menjadi perhatian bagi penyelenggara layanan kesehatan, mengingat pasien yang datang melalui IGD membutuhkan penilaian medis sesuai tingkat kegawatdaruratan. Ketersediaan tempat tidur dan komunikasi yang jelas kepada keluarga menjadi bagian dari upaya menjaga mutu pelayanan.
Masyarakat berharap kejadian serupa tidak berulang. Penanganan kapasitas rumah sakit dan pengaturan pasien perlu mendapat perhatian agar warga yang membutuhkan perawatan tidak terus dibayangi ketidakpastian. (why)






