PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Penurunan jumlah pesanan yang berdampak langsung terhadap pendapatan, memicu gelombang protes mitra pengemudi Maxim di Pekanbaru.
Puluhan pengemudi yang tergabung dalam Aliansi Mitra Pengemudi Maxim Pekanbaru mendatangi kantor operasional perusahaan di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Payung Sekaki, Jumat (30/10/2026).
Aksi diwarnai penyegelan kantor tersebut menjadi bentuk perlawanan para mitra terhadap kebijakan aplikator, khususnya penerapan Program Fokus atau yang sebelumnya dikenal dengan Program Turbo Berbayar.
Para pengemudi menilai skema tersebut membuat persaingan memperoleh pesanan semakin berat. Mereka mendesak manajemen Maxim mencabut program yang dianggap membebani mitra saat mencari penumpang.
Pendapatan Pengemudi Terjun Bebas
Bagi para pengemudi, persoalan ini bukan sekadar perubahan sistem dalam aplikasi. Berkurangnya pesanan telah mengubah kondisi ekonomi mereka secara langsung.
Salah seorang perwakilan pengemudi, Bagas Putra mengungkap perbedaan jumlah orderan yang diterima sebelum dan sesudah program tersebut diberlakukan sangat mencolok.
Jika sebelumnya seorang pengemudi bisa memperoleh sekitar 15 pesanan dalam sehari, kini jumlahnya menyusut drastis. Bahkan, dalam kondisi tertentu, mereka tidak mendapatkan pesanan sama sekali.
“Dalam sehari kita bisa mendapatkan 15 order. Tapi sekarang semenjak ada Program Fokus atau Turbo ini, kita cuma dapat 5, kadang 4, kadang tak ada sama sekali,” keluh Bagas saat aksi berlangsung.
Penurunan jumlah pesanan itu disebut berimbas pada pendapatan mitra. Bagas memperkirakan penghasilan para pengemudi merosot hingga sekitar 80 persen dibandingkan sebelumnya.
Situasi tersebut semakin dirasakan berat karena jumlah mitra di lapangan terus bertambah seiring dibukanya pendaftaran pengemudi baru oleh perusahaan.
Para pengemudi menilai penambahan mitra yang tidak diikuti pengaturan jumlah pengemudi berpotensi mempersempit peluang mendapatkan penumpang.
Manajemen Janjikan Evaluasi Tuntutan
Di tengah berlangsungnya aksi, sejumlah perwakilan pengemudi mendapat kesempatan memasuki kantor operasional untuk berdialog dengan pihak manajemen Maxim.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para mitra menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi, termasuk keberatan terhadap Program Fokus dan penurunan jumlah pesanan harian.
Dari audiensi itu, manajemen Maxim menyampaikan akan mengevaluasi berbagai keluhan serta tuntutan yang disampaikan para pengemudi.
Namun, jawaban tersebut belum sepenuhnya meredakan kekecewaan massa. Para mitra masih menunggu langkah konkret perusahaan terhadap kebijakan yang mereka persoalkan.
Pengemudi Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
Aliansi Mitra Pengemudi Maxim Pekanbaru menegaskan, perjuangan mereka belum berhenti pada aksi penyegelan dan audiensi tersebut.
Mereka memberikan sinyal akan kembali turun ke jalan dengan jumlah peserta yang lebih besar apabila tuntutan tidak mendapat penyelesaian dari pihak aplikator.
Bagi para pengemudi, persoalan ini menyangkut keberlangsungan mata pencaharian. Mereka berharap perusahaan tidak hanya mendengar keluhan, tetapi juga mengambil kebijakan yang memberi ruang persaingan lebih adil bagi mitra di lapangan.
Kini, perhatian tertuju pada tindak lanjut evaluasi manajemen Maxim. Para pengemudi menanti apakah aspirasi yang telah disampaikan akan berujung pada perubahan kebijakan atau justru memicu gelombang protes berikutnya. (why)






