Lima Daerah di Riau Berpotensi Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang, Hotspot Hari Ini Nihil

Warga lima daerah di Riau diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, Rabu (28/10/2026). (Foto: FokusRiau.Com)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Warga di lima wilayah Riau diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang dan lebat disertai petir dan angin kencang, Rabu (28/10/2026). Kondisi itu diprakirakan berlangsung mulai siang atau sore hingga malam hari.

Peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencakup Kota Pekanbaru, Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan dan Rokan Hilir. Perubahan cuaca perlu diantisipasi, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan.

Forecaster BMKG Pekanbaru, Gita Dewi menyampaikan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menjadi perhatian utama dalam prakiraan cuaca kali ini.

Hujan Berpeluang Meluas hingga Malam
Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan ringan hingga sedang berpotensi turun pada siang hari di sejumlah daerah, meliputi Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, Kota Dumai, dan Pekanbaru.

Memasuki sore hingga malam, peluang hujan diprakirakan meliputi Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Siak, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, serta Pekanbaru. Sementara itu, hujan ringan telah terpantau pada pagi hari di sebagian wilayah Rokan Hilir dan Indragiri Hilir.

Baca Juga :  35 Kg Sabu Masuk Lewat Bengkalis, Lima Tersangka Ditangkap di Riau dan Sumbar

Potensi hujan belum sepenuhnya berakhir saat malam berlalu. BMKG memperkirakan hujan masih dapat terjadi hingga dini hari, meski cakupan wilayahnya lebih terbatas, yakni sebagian Kabupaten Indragiri Hulu.

Perbedaan waktu dan intensitas hujan di setiap daerah membuat masyarakat perlu mencermati perkembangan cuaca sebelum bepergian atau menjalankan kegiatan di luar rumah.

Suhu Mencapai 33 Derajat Celsius
Di tengah peluang hujan, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada rentang 23 hingga 33 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara berkisar 60-100 persen.

Angin diperkirakan bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam. Adapun kondisi perairan Riau diprakirakan relatif tenang, dengan tinggi gelombang berkisar 0,5-1,25 meter atau masuk kategori rendah.

Baca Juga :  Kabar Baik Petani Sawit Riau, Harga TBS Naik Rp60,43 per Kg, Umur 9 Tahun Paling Beruntung

Meski gelombang laut tergolong rendah, potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang tetap perlu menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan.

Nihil Titik Panas di Riau
Di tengah kewaspadaan terhadap cuaca, pemantauan hotspot hingga pukul 23.59 WIB mencatat, tidak ada titik panas yang terdeteksi di wilayah Riau.

Namun, kondisi berbeda terlihat pada skala Sumatera. Total 338 titik panas terpantau di sejumlah provinsi, dengan konsentrasi terbesar berada di Sumatera Selatan sebanyak 224 titik.

Lampung menyusul dengan 68 titik dan Jambi sebanyak 35 titik. Sementara itu, Bangka Belitung tercatat memiliki delapan titik panas, Bengkulu dua titik, dan Sumatera Barat satu titik.

Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas titik panas masih terpantau di sejumlah wilayah Sumatera, meski pemantauan pada periode tersebut tidak menemukan hotspot di Riau.

Baca Juga :  Transfer Pusat Menyusut, Pendapatan APBD Riau Tertekan Rp18,90 Triliun

BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah peringatan dini, agar memperhatikan perkembangan cuaca sebelum beraktivitas.

Hujan yang datang bersama petir dan angin kencang berpotensi mengganggu perjalanan serta kegiatan di ruang terbuka. Masyarakat disarankan menghindari tempat terbuka saat terjadi petir dan berhati-hati ketika berkendara dalam kondisi hujan.

Kewaspadaan diperlukan sepanjang hari, terutama sejak siang hingga malam ketika peluang hujan diprakirakan meningkat di sejumlah daerah. Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi di wilayah masing-masing. (bsh)