Flyover Simpang Panam Dibangun 2027, Pemko Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif

Walikota Agung Nugroho bersama Wakil Walikota Markarius meninjau pengerjaan infrastruktur di Pekanbaru. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kemacetan di Simpang Panam menjadi salah satu persoalan yang diantisipasi Pemko Pekanbaru, menjelang pembangunan flyover awal 2027. Sejumlah akses alternatif mulai dipetakan, termasuk peningkatan Jalan Dharma Bakti di kawasan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau yang mengarah ke Buluh Cina.

Jalan Dharma Bakti direncanakan mendapat pengerasan beton agar bisa digunakan sebagai jalur pendukung ketika aktivitas lalu lintas di sekitar proyek mengalami gangguan. Pekerjaan tersebut diupayakan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Pekanbaru 2026.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan, ruas jalan yang akan ditingkatkan memiliki panjang sekitar 600 hingga 700 meter. Dengan ukuran tersebut, pemerintah kota berharap pengerjaannya dapat direalisasikan sebelum proyek flyover dimulai.

“Jadi kita upayakan di perubahan ini dicor, karena tidak panjang, hanya sekitar 600-700 meter,” kata Markarius, Rabu (4/11/2026).

Jalan Dharma Bakti Disiapkan untuk Pengalihan Arus
Rencana betonisasi Jalan Dharma Bakti menjadi salah satu langkah awal Pemko Pekanbaru dalam mengurangi tekanan kendaraan di Simpang Panam. Ruas ini diproyeksikan membantu pengendara, khususnya dari arah Kabupaten Kampar yang hendak menuju Pekanbaru.

Baca Juga :  Pengaspalan Selesai, Simpang MTQ Pekanbaru Masih Belum Dibuka Permanen

Selama ini, Simpang Panam menjadi salah satu titik pertemuan arus kendaraan yang padat. Persimpangan Jalan HR Soebrantas dengan Jalan Garuda Sakti-Kubang Raya itu menghubungkan mobilitas masyarakat Pekanbaru dan wilayah Kabupaten Kampar.

Ketika pembangunan jalan layang berlangsung, aktivitas konstruksi berpotensi memengaruhi kelancaran kendaraan di kawasan tersebut. Karena itu, akses alternatif perlu disiapkan agar perjalanan masyarakat tetap memiliki pilihan jalur.

Markarius menjelaskan, Jalan Dharma Bakti yang berada di sekitar UIN Sultan Syarif Kasim Riau dan mengarah ke Buluh Cina dinilai dapat mendukung kebutuhan tersebut setelah kondisinya ditingkatkan.

“Seperti dari arah Kampar menuju ke Pekanbaru, di kawasan UIN itu ada jalan menuju ke Buluh Cina, namanya Jalan Dharma Bakti. Itu mau kita beton dulu, supaya bisa dipakai dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengaspalan Selesai, Simpang MTQ Pekanbaru Masih Belum Dibuka Permanen

Pemko Petakan Akses dari Pusat Kota ke Kubang Raya
Persiapan tidak hanya menyasar kendaraan dari arah Kampar. Pemko Pekanbaru juga mencari jalur lain bagi pengendara yang bergerak dari pusat kota menuju Jalan Kubang Raya dan kawasan Kabupaten Kampar.

Sejumlah ruas telah teridentifikasi sebagai calon jalur pengalihan arus. Pemerintah kota turut menghimpun masukan dari pengurus rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) untuk menemukan akses yang dapat dimanfaatkan maupun ditingkatkan.

Masukan warga tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan ruas jalan yang layak dikembangkan. Pemko ingin memastikan jalur alternatif yang disiapkan bisa membantu mengurai kepadatan, bukan justru memindahkan persoalan ke ruas lain.

“Jadi target kita, jalan-jalan alternatif yang bisa menghindari kemacetan di Simpang 4 itu (Panam), itu harus dicari. Kemarin itu sudah ketemu, ada beberapa masukan dari RT RW yang bisa kita tindaklanjuti,” ungkap Markarius.

Persiapan Dilakukan Sebelum Mulai Konstruksi
Pembangunan flyover di persimpangan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Garuda Sakti-Kubang Raya dijadwalkan mulai pada awal 2027. Rentang waktu menuju pelaksanaan proyek tersebut dimanfaatkan Pemko Pekanbaru untuk menyiapkan dukungan infrastruktur dan memetakan kemungkinan pengalihan kendaraan.

Baca Juga :  Pengaspalan Selesai, Simpang MTQ Pekanbaru Masih Belum Dibuka Permanen

Betonisasi Jalan Dharma Bakti menjadi salah satu pekerjaan yang ditargetkan lebih dahulu. Sementara itu, akses lain masih perlu ditindaklanjuti berdasarkan hasil pemetaan dan masukan masyarakat.

Kesiapan jalur alternatif akan berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas selama proyek berlangsung. Bagi pengendara yang setiap hari melintasi Simpang Panam, keberadaan akses tambahan diharapkan memberi pilihan perjalanan ketika kawasan utama terdampak pekerjaan konstruksi. (rac)