Oknum Kepala SMK Lakukan Pelecehan, Siswi Dijanjikan Potongan SPP dan Jalan ke Mall

oleh -0 views
Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

SURABAYA-Lingkungan sekolah kini mulai menjadi tempat yang tak aman bagi anak-anak perempuan. Sebab, lembaga pendidikan itu mulai terinfeksi predator anak. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu dan menempa budi perti luhur bagi generasi muda, tercoreng oleh oknum pendidik berotak mesum.

Adalah ARF, siswi SMK di Kota Surabaya, Jawa Timur yang mengaku menjadi korban perilaku mesum oknum kepala sekolah berinisial AR. Dia mengaku telah dilecehkan di salah satu ruangan sekolah. Ia sempat ditindih sang oknum kepala sekolah.

“Pada waktu terjadi pelecehan, saya mau berontak tidak bisa sebab saya ditindih. Sedangkan pintu dan jendela semuanya dikunci,” ujar ARF.

Sebelum dilecehkan, ARF diiming-imingi potongan uang SPP, jalan-jalan ke mal dan dibelikan makanan. Saat jalan-jalan ke mal, ARF diajak jalan-jalan dan dibelikan boneka, headset, tas, topi dan makanan.

“Kepala sekolah itu juga menjanjikan dibantu biaya potongan uang pembayaran SPP sekolah dengan menggunakan uang pribadinya. Tapi sampai sekarang tidak pernah ada,” ujar ARF.

“Ternyata saya akhirnya dibelikan boneka, sama kepala sekolah,” tutur ARF.

ARF mengaku trauma dan tidak mau ke sekolah dan bertemu dengan AR lagi. “Saya takut melihat wajah kepala sekolah. Saya tidak pernah balas chat, telepon dari kepala sekolah tersebut,” tutur ARF.

Ternyata ada beberapa siswinya yang telah menjadi korban asusila oknum kepala sekolah tersebut.

Oknum kepala sekolah SMK Swasta di Surabaya diduga melakukan pelecehan tak hanya kepada ARF (19). Oknum kepala sekolah berinisial AR itu juga melalukan aksi pelecehannya terhadap lebih dari seorang siswi saja. “Ada banyak teman-teman saya yang mengalami pelecehan yang sama,” beber ARF.

Perilaku kepala sekolah tersebut, kata ARF, diketahui dari cerita AR sendiri saat ia diajak ke ruangannya. AR menceritakan kepada korban kalau dirinya pernah berbuat asusila dengan siswi lain, bahkan alumni SMK juga pernah.

Kemudian AR juga menunjukkan bukti foto salah satu kakak kelasnya melalui HP yang sedang duduk dipangkuan AR, dengan gambar buka baju. “Bahkan ada kakak kelas saya, semua urusan sekolah dibayari oleh kepala sekolah,” papar ARF.

Kepala Satreskrim Polresabes Surabaya AKBP Oki Ahadian mengatakan, saat ini polisi masih memeriksa korban terkait pelecehan yang dilakukan oknum kepala sekolah swasta itu. “Kami juga melakukan visum korban dan memeriksa korban,” kata Oki.

Disinggung apakah ada korban lain selain ARF, Oki mempersilahkan kepada korban lain untuk melapor ke polisi. “Jika ada korban lain silahkan melapor,” ujar Oki. (*)


Sumber: TribunPekanbaru