Budidaya Lele Jadi Penopang Ekonomi Keluarga, Kanit Binmas Polsek Payung Sekaki Beri Dukungan Warga Air Hitam

Kanit Binmas Polsek Payung Sekaki dan jajaran mengunjungi kolam ikan warga. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat perkotaan, sebuah kolam ikan sederhana di kawasan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, justru menghadirkan cerita tentang ketekunan dan harapan.

Dari lahan terbatas seluas sekitar 150 meter persegi, Anton Wijaya perlahan membangun usaha budidaya lele dan gurami demi menjaga dapur rumahnya tetap mengepul.

Warga Jalan Karya Makmur itu dulunya hanya mengandalkan pekerjaan serabutan sebagai buruh harian dan pekerja bangunan. Penghasilannya tidak menentu. Dalam kondisi itu, Anton mulai mencari peluang usaha yang bisa dijalankan dari rumah dengan modal terbatas.

Pilihan akhirnya jatuh pada budidaya ikan air tawar, terutama lele. Selain mudah dipelihara, permintaan pasar terhadap ikan lele di Pekanbaru juga relatif stabil. Konsumsi ikan air tawar masih menjadi pilihan masyarakat karena harga lebih terjangkau dibandingkan sejumlah bahan pangan lain.

“Awalnya coba-coba saja. Yang penting ada usaha tambahan untuk keluarga,” kata Anton saat ditemui di lokasi kolam budidayanya, Sabtu (16/5/2026).

Perjalanan membangun usaha itu tidak selalu mulus. Anton mengaku sempat mengalami kerugian akibat ikan mati dan kualitas air kolam yang tidak stabil. Namun, ia terus belajar secara mandiri, mulai dari teknik pakan hingga pengelolaan kolam yang lebih efektif.

Usaha kecil tersebut kini mulai menunjukkan hasil. Panen ikan lele dan gurami miliknya sudah dipasarkan ke pasar tradisional dan dijual langsung kepada warga sekitar. Meski belum berskala besar, pendapatan tambahan dari kolam ikan cukup membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan ketiga anaknya.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada yang rutin beli. Kadang warga datang langsung ke sini, ada juga yang dijual ke pasar,” ujarnya.

Fenomena budidaya ikan rumahan seperti yang dijalankan Anton belakangan memang mulai berkembang di sejumlah wilayah Pekanbaru. Selain menjadi peluang usaha, sektor perikanan skala kecil juga dinilai mampu mendukung ketahanan pangan masyarakat di tingkat lokal.

Di tengah naik-turunnya harga kebutuhan pokok, usaha berbasis pangan dinilai lebih bertahan karena menyentuh kebutuhan harian masyarakat. Lele sendiri masih menjadi salah satu komoditas favorit pelaku UMKM kuliner, mulai dari warung pecel lele hingga usaha makanan rumahan.

Kisah perjuangan Anton ternyata turut menarik perhatian jajaran Polsek Payung Sekaki. Sabtu siang, Kanit Binmas Polsek Payung Sekaki Ipda Restu Inanda SH bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Air Hitam Aipda Suparman SH mendatangi lokasi budidaya ikan milik warga binaannya itu.

Kunjungan tersebut bukan sekadar sambang rutin. Kehadiran polisi menjadi bentuk dukungan moral kepada masyarakat yang menjalankan usaha produktif di sektor pangan dan ekonomi mandiri.

Ipda Restu mengatakan, pendekatan kepolisian saat ini tidak hanya berfokus pada keamanan dan ketertiban masyarakat. Polisi juga didorong hadir lebih dekat dengan kehidupan sosial warga, termasuk mendukung aktivitas ekonomi produktif yang memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Menurutnya, usaha kecil seperti budidaya ikan memiliki nilai strategis karena membantu memperkuat ekonomi keluarga sekaligus menjaga ketersediaan pangan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat tetap semangat menjalankan usaha mandiri. Apa yang dilakukan Pak Anton ini patut diapresiasi karena memanfaatkan lahan yang ada menjadi sumber penghasilan,” ujar Ipda Restu.

Ia menilai, ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari program besar. Langkah kecil masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk usaha perikanan maupun pertanian justru bisa memberi dampak nyata dalam jangka panjang.

Selain memberi motivasi, jajaran Polsek Payung Sekaki juga berdialog langsung dengan Anton terkait kondisi usaha yang dijalankan. Polisi berharap masyarakat tidak ragu mengembangkan potensi ekonomi lingkungan sekitar selama dilakukan secara positif dan produktif.

Di sisi lain, keberadaan aparat di tengah aktivitas warga seperti ini juga menjadi bagian dari penguatan hubungan sosial antara polisi dan masyarakat. Pendekatan humanis dinilai penting agar kehadiran kepolisian benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Anton, perhatian yang diberikan kepolisian menjadi suntikan semangat tersendiri. Ia mengaku tidak menyangka usaha kecil yang dibangunnya perlahan mendapat perhatian karena dianggap memberi inspirasi bagi warga lain.

“Senang juga karena ada perhatian dan dukungan. Mudah-mudahan usaha ini bisa terus berkembang,” katanya.

Polsek Payung Sekaki berharap semakin banyak warga yang terdorong memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan produktif, terutama sektor pangan. Selain membantu ekonomi keluarga, langkah tersebut juga dinilai mampu menciptakan kemandirian masyarakat dari lingkungan terkecil.

Di tengah tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, kisah Anton menjadi gambaran bahwa peluang usaha bisa tumbuh dari ruang sederhana. Ketekunan, keberanian mencoba, dan dukungan lingkungan menjadi modal penting bagi masyarakat untuk bertahan dan berkembang. (bsh)

Tinggalkan Balasan