Harga CPO Riau Pekan Ini Naik Turun, Bagaimana Dampaknya Terhadap TBS?

Harga CPO Riau pekan Ini mengalami fluktuasi naik trurun, (Foto: Bisnis.com)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Harga crude palm oil (CPO) dan kernel lokal di sejumlah perusahaan sawit Riau bergerak beragam pada periode 19-25 Agustus 2026.

Perubahan tersebut menjadi perhatian pekebun, karena harga CPO dan kernel merupakan salah satu komponen yang memengaruhi penetapan harga tandan buah segar (TBS) mitra plasma.

Pada periode tersebut, harga rata-rata CPO KPBN berada di level Rp15.689,50 per kilogram. Sementara harga rata-rata kernel tercatat Rp13.075 per kilogram.

Pergerakan harga tidak seragam di seluruh perusahaan. Sejumlah unit PTPN IV Regional 3 mencatat kenaikan harga CPO, sedangkan beberapa perusahaan swasta mengalami penurunan. Di sisi lain, terdapat pula perusahaan yang membukukan kenaikan.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Dr. Defris Hatmaja, SP, M.Si mengatakan, perubahan harga CPO dan kernel menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam penetapan harga TBS mitra plasma.

Kondisi tersebut membuat perkembangan harga komoditas sawit di tingkat perusahaan menjadi penting bagi pekebun. Perubahan harga CPO dan kernel dapat menjadi bagian dari dinamika penetapan harga TBS yang diterima pekebun mitra.

Harga CPO PTPN IV Naik
Kenaikan harga CPO tercatat pada tujuh unit PTPN IV Regional 3 yang masuk dalam daftar penetapan periode ini.

Harga CPO di PTPN IV Regional 3 Sei Buatan, Sei Tapung, Sei Intan, Tanah Putih, Lubuk Dalam, Sei Garo dan Sei Galuh sama-sama bergerak dari Rp15.650 menjadi Rp15.689,50 per kilogram.

Dengan demikian, masing-masing unit mencatat kenaikan Rp39,50 per kilogram.

Perubahan tersebut membuat harga CPO di tujuh unit tersebut berada pada level yang sama dengan rata-rata CPO KPBN periode 19-25 Agustus 2026.

Namun, kenaikan tidak terjadi secara merata pada seluruh perusahaan sawit di Riau. Sejumlah perusahaan swasta justru mengalami koreksi harga CPO dibandingkan periode sebelumnya.

PT Buana Wiralestari Mas dan PT Ramajaya Pramukti masing-masing mengalami penurunan Rp98 per kilogram. Harga CPO kedua perusahaan tersebut bergerak dari Rp15.800 menjadi Rp15.702 per kilogram.

PT Meganusa Intisawit juga mencatat penurunan. Harga CPO perusahaan tersebut turun Rp93,64 dari Rp15.412 menjadi Rp15.318,36 per kilogram.

Penurunan lainnya terjadi di PT Eka Dura Indonesia sebesar Rp12 per kilogram. Harga CPO perusahaan tersebut berubah dari Rp15.700 menjadi Rp15.688 per kilogram.

PT Sari Lembah Subur turun Rp32 dari Rp15.700 menjadi Rp15.668 per kilogram.

Sementara itu, harga CPO PT Inti Indosawit Subur di PMKS Ukui Satu turun Rp98 menjadi Rp15.507 per kilogram. Di PMKS Ukui Dua, harga turun menjadi Rp15.381 per kilogram.

Penurunan Rp98 juga terjadi di PMKS Buatan Satu dan PMKS Buatan Dua. Masing-masing berada pada level Rp15.462 per kilogram.

PT Rignas Agri Utama PMKS Peranap turut mencatat penurunan Rp98. Harga CPO perusahaan tersebut menjadi Rp15.302 per kilogram.

Ada Perusahaan yang Harga CPO Naik
Di tengah penurunan pada sejumlah perusahaan, beberapa perusahaan lain justru mencatat kenaikan.

PT Kimia Tirta Utama mengalami kenaikan Rp73 per kilogram. Harga CPO perusahaan tersebut bergerak dari Rp15.595 menjadi Rp15.668 per kilogram.

PT Surya Agrolika Reksa juga mencatat kenaikan Rp23,32. Harga CPO naik dari Rp15.603,41 menjadi Rp15.626,73 per kilogram.

Kenaikan lainnya terjadi pada PT Adimulia Agrolestari sebesar Rp41,80. Harga CPO bergerak dari Rp15.616,70 menjadi Rp15.658,50 per kilogram.

Sementara PT Adei Plantation & Industry mengalami penurunan Rp59, dari Rp15.688 menjadi Rp15.629 per kilogram.

PT Graha Permata Hijau mencatat perubahan relatif kecil. Harga CPO turun Rp3 dari Rp15.640 menjadi Rp15.637 per kilogram.

Data untuk PT Musim Mas Batang Kulim Palm Oil Mill dan PT Musim Mas Pangkalan Lesung Palm Oil Mill pada periode tersebut tidak mencantumkan harga CPO maupun kernel.

Harga Kernel Turut Berubah
Selain CPO, pergerakan harga kernel juga terjadi di sejumlah perusahaan.

Perubahan paling besar tercatat pada PT Meganusa Intisawit. Harga kernel perusahaan tersebut turun Rp889 per kilogram, dari Rp13.585 menjadi Rp12.696 per kilogram.

PT Graha Permata Hijau juga mengalami penurunan harga kernel sebesar Rp707. Harga bergerak dari Rp13.667 menjadi Rp12.960 per kilogram.

Sementara PT Ramajaya Pramukti mencatat harga kernel Rp12.948 per kilogram pada periode terbaru. Sebelumnya tidak tercantum dalam data perbandingan.

PT Sari Lembah Subur mencatat harga kernel Rp13.000 per kilogram. Pada periode sebelumnya, harga kernel perusahaan tersebut tidak tercantum.

PT Rignas Agri Utama PMKS Peranap mencatat harga kernel Rp12.280 per kilogram.

Pada sejumlah perusahaan lainnya, data harga kernel tidak tercantum dalam penetapan periode ini.

Berpengaruh Terhadap Penetapan Harga TBS
Defris menjelaskan, data harga CPO dan kernel perusahaan menjadi salah satu komponen dalam penetapan harga TBS. Penetapan dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan hasil rapat tim.

Menurutnya, mekanisme tersebut ditujukan agar tata kelola penetapan harga berjalan sesuai regulasi serta memberikan keadilan bagi pekebun mitra.

Bagi pekebun sawit di Riau, perubahan harga CPO dan kernel menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan pembentukan harga TBS.

Perbedaan pergerakan harga antarperusahaan juga menunjukkan bahwa kondisi harga sawit tidak sepenuhnya seragam pada seluruh unit pengolahan di Riau.

Pada periode 19–25 Agustus 2026, sebagian perusahaan mencatat kenaikan CPO, sementara perusahaan lainnya mengalami penurunan. Pergerakan kernel juga menunjukkan variasi yang cukup lebar, terutama pada PT Meganusa Intisawit dan PT Graha Permata Hijau.

Data tersebut selanjutnya menjadi bagian dari bahan penetapan harga TBS mitra plasma oleh tim sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku di Riau. (trp)

BACA JUGA :  Rupiah Menguat ke Rp17.847, IHSG Justru Turun 0,27 Persen