SIAK, FOKUSRIAU.COM-Momen berbeda terjadi saat apel pagi di SD Negeri 02 Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Senin (30/3/2026).
Bupati Siak Afni Zulkifli hadir langsung sebagai pembina upacara, memberikan motivasi belajar sekaligus menanamkan pentingnya pendidikan karakter kepada para siswa.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Siak itu bukan sekadar agenda seremonial. Kunjungan tersebut menjadi perjalanan emosional bagi Afni, karena sekolah itu merupakan tempat ia menimba ilmu saat kecil.
Saat itu, Afni membagikan kisah perjuangannya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengenang bagaimana dirinya harus berjalan kaki atau bersepeda dari Kampung Rempak menuju sekolah, bahkan sambil membantu orang tua berjualan.
“Pengalaman itu masih sangat membekas. Saya pernah berjalan kaki, bersepeda di bawah terik matahari, sambil membantu ibu berjualan es. Tapi semangat untuk belajar tidak pernah hilang,” ujarnya.
Cerita tersebut disampaikan untuk memotivasi para siswa agar tidak mudah menyerah dalam menuntut ilmu.
Afni berharap, anak-anak SD Negeri 02 Kampung Dalam bisa tumbuh menjadi generasi unggul yang kelak berkontribusi bagi daerah.
“InsyaAllah dari sekolah ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan Kabupaten Siak,” tambahnya.
Selain memberikan motivasi kepada siswa, Afni juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para guru. Ia menilai peran pendidik sangat krusial dalam membentuk karakter dan kualitas generasi muda.
Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun nilai-nilai kehidupan bagi anak-anak. Ia mengajak seluruh tenaga pendidik untuk tetap semangat menjalankan tugas, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk beban administrasi.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru yang telah mendidik dengan penuh dedikasi. Peran bapak dan ibu sangat menentukan masa depan anak-anak kita,” katanya.
Afni juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai seperti disiplin, menghormati orang tua, menghargai guru, serta menjaga hubungan baik dengan teman harus terus ditanamkan.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya mencegah perilaku negatif seperti perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
“Anak-anak harus diajarkan untuk saling menghargai, tidak saling mengejek, dan menjauhi tindakan bully,” tegasnya.
Isu lingkungan juga menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Afni mengajak siswa untuk mulai peduli terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah, baik di sekolah maupun di rumah.
Dia menilai, kebiasaan menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi budaya positif di masyarakat.
Dalam hal ini, peran guru kembali ditekankan sebagai figur yang mampu memberikan pengaruh kuat terhadap perilaku siswa.
“Kadang anak tidak terlalu mendengar orang tua, tapi jika guru yang menyampaikan, pesan itu lebih mudah diterima dan diingat oleh anak-anak,” tukasnya. (Inf)




