Kunjungi Riau Science Techno Park, Karmila Sari Dorong Riset Terapan dan Kolaborasi Inovasi Daerah

Karmila Sari (kanan) mendorong penguatan riset dan inovasi di Riau Science Techno Park. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Anggota Komisi X DPR RI, Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM melakukan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Riau Science Techno Park, Sabtu (4/4/2026). Kunjungan tersebut untuk melihat langsung potensi pengembangan riset berbasis sumber daya lokal di Riau.

Saat itu, Karmila meninjau sejumlah fasilitas penelitian, termasuk pengembangan energi terbarukan seperti biodiesel B40 yang ditargetkan meningkat menjadi B50. Ia juga mencermati pemanfaatan bahan baku lokal yang dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat jika dikelola secara optimal.

Karmila menegaskan, Science Techno Park memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi yang tidak hanya menghasilkan riset, tetapi juga mendorong hilirisasi teknologi. Menurutnya, penguatan riset terapan dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar inovasi tidak berhenti di laboratorium.

“Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri harus diperkuat. Hasil riset harus bisa diimplementasikan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, potensi besar Riau di sektor sumber daya alam belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur inovasi yang memadai. Karena itu, keberadaan UPT Riau Science Techno Park diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi ekonomi daerah dari sektor primer menuju ekonomi berbasis teknologi.

Selain itu, Karmila juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam bentuk regulasi, pendanaan, serta penguatan kebijakan yang berkelanjutan. Menurutnya, investasi di bidang riset dan teknologi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing daerah.

“Jika ingin maju, daerah harus serius berinvestasi pada inovasi. Riau tidak boleh tertinggal dalam perkembangan teknologi nasional,” ujarnya.

Dia optimis, penguatan Science Techno Park juga akan membuka peluang lapangan kerja baru, meningkatkan kualitas SDM, serta memicu lahirnya startup berbasis teknologi di daerah.

Sementara itu, Kepala UPT Riau Science Techno Park, Dr Sopyan Hadi, menyambut baik kunjungan tersebut. Katanya, dukungan Komisi X DPR RI menjadi dorongan penting dalam memperkuat ekosistem riset di Riau.

Sopyan mengakui, pengembangan teknologi di daerah masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan fasilitas laboratorium hingga kebutuhan peralatan dan pendanaan. Karena itu, pihaknya terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk industri dan lembaga riset nasional.

“Penguatan inkubasi bisnis, kemitraan industri, dan promosi hasil inovasi menjadi fokus kami agar produk riset mampu bersaing di pasar,” ulasnya.

Diungkapkan, sejumlah inovasi telah dihasilkan, seperti teknologi pengolahan air, pengembangan biodiesel dan bioetanol, hingga riset baterai dan motor listrik. Bahkan, inovasi mix biosolvent yang dikembangkan berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu inovasi terbaik tingkat nasional.

Ke depan, UPT Riau Science Techno Park tengah menyiapkan kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk rencana pembentukan pusat riset bersama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta pengembangan teknologi untuk sektor energi dan migas.

Dengan dukungan berkelanjutan, Riau diyakini berpotensi menjadi pusat pengembangan teknologi berbasis potensi lokal yang kompetitif di tingkat nasional. (bsh)

Tinggalkan Balasan