Hujan Mulai Turun, BMKG Masih Temukan 24 Hotspot di Riau

Hujan masih berpotensi terjadi di wilayah Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Hujan mulai diprediksi turun di sejumlah daerah di Riau, Jumat (5/6/2026). Namun di balik kabar baik tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih menemukan 24 titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten dengan konsentrasi tertinggi berada di Bengkalis.

Kondisi ini menunjukkan, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih belum sepenuhnya hilang, meskipun peluang hujan mulai meningkat pada malam hingga dini hari.

Forecaster BMKG Stasiun Pekanbaru, Alfa Nataris mengatakan, cuaca pagi di wilayah Riau secara umum didominasi kondisi udara kabur dan berawan.

Pemantauan radar cuaca menunjukkan hujan ringan sempat terjadi secara lokal di sejumlah daerah pesisir. Wilayah yang terpantau mengalami hujan ringan antara lain Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, dan Kota Dumai.

Sementara itu, siang hingga sore hari sebagian besar wilayah Riau diprakirakan berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan. Aktivitas masyarakat diperkirakan masih dapat berlangsung normal tanpa gangguan cuaca signifikan.

Perubahan cuaca mulai terlihat saat malam hari. BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang akan turun di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis dan Kota Dumai.

Baca Juga:  Hadapi Ancaman Karhutla di Riau, Helikopter Water Bombing Kiriman BNPB Tiba di Pekanbaru

Potensi hujan tersebut diperkirakan bertahan hingga dini hari dan meluas ke beberapa wilayah lain seperti Indragiri Hilir.

Kendati demikian, BMKG memastikan belum ada peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Riau. Artinya, peluang terjadinya hujan lebat yang disertai petir atau angin kencang masih relatif rendah.

Secara umum, suhu udara di Provinsi Riau diperkirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni 55 sampai 100 persen, dengan arah angin bertiup dari tenggara hingga barat pada kecepatan 10–30 kilometer per jam.

Selain kondisi daratan, BMKG juga memantau situasi perairan yang menjadi jalur penting aktivitas ekonomi dan transportasi masyarakat.

Tinggi gelombang laut di sebagian besar perairan Riau diprakirakan berada pada kategori rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter. Namun nelayan dan operator kapal tetap diminta waspada karena gelombang kategori sedang berpotensi muncul di Perairan Rokan Hilir dan kawasan Dumai-Bengkalis.

Baca Juga:  Tanam 7.000 Mangrove di Pesisir Siak, Polres dan Pemkab Bergerak Hadang Ancaman Abrasi Sungai Apit

Yang menarik, di tengah meningkatnya peluang hujan, jumlah hotspot di Riau masih tergolong tinggi. Hingga pukul 23.00 WIB, BMKG mencatat terdapat 145 titik panas di Pulau Sumatera dan 24 titik di antaranya berada di Riau.

Bengkalis menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak mencapai sembilan titik. Selanjutnya Kuantan Singingi lima titik, Rokan Hilir empat titik, Indragiri Hulu tiga titik, Kampar dua titik, dan Pelalawan satu titik.

Fenomena ini menunjukkan bahwa hujan yang turun di sebagian wilayah belum otomatis menghilangkan risiko karhutla. Oleh sebab itu, kewaspadaan terhadap aktivitas pembakaran lahan tetap menjadi faktor penting, terutama di daerah yang masih menunjukkan kemunculan hotspot secara konsisten.

Dengan kombinasi cuaca yang mulai basah dan masih tingginya titik panas, Riau saat ini berada pada fase transisi yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun masyarakat. (mcr)

Tinggalkan Balasan