Hadapi Ancaman Karhutla di Riau, Helikopter Water Bombing Kiriman BNPB Tiba di Pekanbaru

Helikopter tipe Sikorsky S-61A dengan nomor registrasi N5193Y mendarat di Pekanbaru. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Pemerintah pusat mulai memperkuat benteng pertahanan Riau dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat selama musim kemarau 2026. Salah satu langkah yang dilakukan menambah armada helikopter water bombing yang telah tiba di Pekanbaru.

Helikopter tipe Sikorsky S-61A dengan nomor registrasi N5193Y tersebut didatangkan dari Subang, Malaysia dan mendarat di Pekanbaru, Kamis (4/6/2026). Kehadirannya menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak ingin kecolongan menghadapi ancaman karhutla yang selama ini terus menjadi tantangan tahunan di Riau.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Ghafur mengatakan, tambahan armada merupakan dukungan langsung BNPB untuk menjaga kesiapsiagaan daerah menghadapi musim kering.

“Helikopter water bombing tambahan dari BNPB sudah tiba di Pekanbaru dan siap mendukung operasi penanganan karhutla,” ujar Jim, Jumat (5/6/2026).

Riau selama ini menjadi salah satu wilayah prioritas pengendalian karhutla nasional. Karakteristik lahan gambut yang luas membuat api dapat menyebar cepat dan sulit dipadamkan apabila tidak ditangani sejak awal.

Karena itu, kemampuan deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci utama. Saat ini Riau memiliki dua unit helikopter water bombing yang siap beroperasi serta satu unit helikopter patroli untuk melakukan pemantauan titik panas secara berkala.

Baca Juga:  Ketika Pasangan Bermarwah (Harus) "Bakarek Rotan"

Dijelaskan, salah satu helikopter yang sebelumnya bertugas di Riau saat ini diperbantukan untuk membantu penanganan kebakaran lahan di Aceh. Kondisi tersebut membuat BNPB segera mengirim armada pengganti agar kekuatan operasi udara di Riau tetap terjaga.

“Kami memastikan kemampuan pemadaman udara tidak berkurang meskipun ada armada yang diperbantukan ke daerah lain,” katanya.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa strategi penanganan karhutla kini tidak lagi menunggu kebakaran membesar. Pemerintah berupaya menempatkan sumber daya lebih awal untuk mencegah api berkembang menjadi bencana yang berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

BPBD Riau juga memastikan penguatan armada belum selesai. Dua helikopter water bombing tambahan masih dalam perjalanan dari Australia dan dijadwalkan bergabung dalam waktu dekat.

Tambahan armada itu akan memperbesar kapasitas operasi udara, terutama untuk menjangkau wilayah terpencil yang sulit diakses kendaraan pemadam kebakaran.

Baca Juga:  Dari Ahli Serangga ke Sarjana Biologi, BGN Masuki Babak Baru di Tengah Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan helikopter water bombing terbukti menjadi salah satu metode paling efektif untuk menekan penyebaran api di kawasan gambut. Operasi ini memungkinkan air dijatuhkan langsung ke pusat kebakaran sehingga proses pendinginan dapat berlangsung lebih cepat.

Meski demikian, pemerintah mengingatkan bahwa keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada teknologi dan armada udara. Pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif.

BPBD Riau kembali mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut masih menjadi salah satu penyebab utama munculnya titik api saat musim kemarau.

Selain itu, warga diminta aktif melaporkan apabila menemukan asap, api, atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar. “Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama. Dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pengendalian karhutla di Riau,” tegas Jim.

Dengan tambahan armada udara dan pengawasan yang diperketat, Riau kini berupaya menjaga status siaga agar ancaman karhutla tidak berkembang menjadi krisis lingkungan yang lebih besar. (mcr)

Tinggalkan Balasan