Riau Masih Sisakan 1 Hotspot, BMKG Tetap Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem

Riau masih menyisakan satu titik panas. (Foto: Ilustrasi)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau satu titik panas (hotspot) masih tersisa di Riau, Minggu (12/7/2026). Jumlah tersebut yang terendah dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C mengatakan, secara keseluruhan terdapat 179 titik panas yang terdeteksi di Sumatera.

Aceh menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 61 titik, disusul Bangka Belitung 35 titik, Sumatera Selatan 31 titik, Lampung 23 titik, Jambi 10 titik, Sumatera Barat 8 titik, serta Sumatera Utara dan Bengkulu masing-masing 5 titik.

Sementara itu, di Riau hanya terpantau satu titik panas yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu.

Data ini menunjukkan kondisi hotspot di Riau relatif lebih terkendali dibandingkan provinsi lain. Meski demikian, keberadaan satu titik panas tetap menjadi perhatian, karena berpotensi berkembang apabila didukung kondisi cuaca yang kering dan angin yang cukup kencang.

Di sisi lain, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Riau masih berpeluang diguyur hujan hari ini. Pagi hari, hujan ringan hingga sedang telah terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, dan Pelalawan.

Baca juga:  Hotspot Riau Naik Jadi 24 Titik, BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla Masih Belum Berakhir

Memasuki siang hingga sore, hujan ringan diprakirakan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, dan Indragiri Hilir.

Sementara pada malam hingga dini hari, hujan ringan diperkirakan masih berpeluang turun di sebagian wilayah Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi pada siang hingga malam hari.

“Suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55 hingga 98 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam,” kata Deby.

Baca juga:  Gubernur Nonaktif Abdul Wahid Siapkan Pleidoi, Kesempatan Terakhir Usai Dituntut 8,5 Tahun Penjara

Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang di wilayah Riau diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah. Kondisi tersebut dinilai masih relatif aman bagi aktivitas pelayaran, meski masyarakat diminta tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru.

Keberadaan titik panas menjadi salah satu indikator yang terus dipantau sebagai bagian dari upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama memasuki periode yang berpotensi mengalami penurunan curah hujan.

Masyarakat diimbau tetap menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan serta mengikuti informasi resmi BMKG terkait perkembangan cuaca di wilayah Riau. (mcr)