Riau  

Usai Salat Istisqa Hujan Mulai Guyur Pekanbaru, Berharap Kemarau Segera Berakhir

Walikota Agung Nugroho bersama warga Jalan Neraca melaksanakan salat istisqa. (Foto: Wahyu)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Hujan mulai mengguyur sejumlah titik di Kota Pekanbaru setelah ribuan warga bersama jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru melaksanakan salat Istisqa serentak, Rabu (26/8/2026).

Salat Istisqa di 15 kecamatan itu merupakan ikhtiar spiritual menghadapi kondisi cuaca panas dan potensi kekeringan yang melanda wilayah Riau. Pemko Pekanbaru berharap, hujan yang mulai turun dapat berlanjut sehingga kondisi kemarau tidak semakin berdampak terhadap masyarakat.

Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho mengikuti salat Istisqa di Masjid Paripurna Al-Kautsar, Jalan Neraca, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai. Kegiatan itu menjadi bagian dari pelaksanaan imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa meminta turunnya hujan.

Agung mengatakan, salat Istisqa tidak hanya dilaksanakan di satu lokasi. Seluruh Masjid Paripurna yang berada di 15 kecamatan di Kota Pekanbaru menggelar kegiatan serupa secara serentak.

“Hari ini di 15 kecamatan, tidak hanya di Marpoyan Damai, seluruh Masjid Paripurna di Kota Pekanbaru melaksanakan salat Istisqa secara serentak,” ujar Agung Nugroho usai menunaikan salat Istisqa di Masjid Al-Kautsar.

Pelaksanaan salat tersebut merujuk pada Surat Edaran Wali Kota Pekanbaru. Melalui surat edaran itu, jajaran instansi pemerintah, pengurus masjid dan masyarakat diimbau mengikuti doa bersama untuk memohon berkah hujan.

Baca Juga :  BGN Hentikan Operasional 15 SPPG di Riau, Administrasi KPM Jadi Masalah

Imbauan tersebut kemudian diterapkan secara serentak di berbagai wilayah Kota Pekanbaru. Ribuan jemaah hadir di masjid-masjid paripurna yang menjadi lokasi pelaksanaan salat Istisqa.

Jemaah yang hadir berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Tokoh agama serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemko Pekanbaru juga ikut dalam pelaksanaan ibadah tersebut.

Kondisi cuaca panas menjadi latar belakang dilaksanakannya salat Istisqa. Pemko Pekanbaru memilih pendekatan doa bersama sebagai salah satu ikhtiar menghadapi situasi yang berpotensi memicu kekeringan.

Bagi masyarakat, turunnya hujan menjadi hal yang dinantikan di tengah kondisi kemarau. Karena itu, pelaksanaan salat Istisqa tidak hanya melibatkan unsur pemerintah, tetapi juga masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut di masjid-masjid paripurna.

Agung menyebut hujan mulai turun di sejumlah titik Kota Pekanbaru tidak lama setelah pelaksanaan salat Istisqa. Meski demikian, pemerintah berharap hujan tersebut tidak hanya berlangsung sesaat.

Ia berharap, curah hujan terus meningkat sehingga dampak musim kemarau dapat segera berkurang. Kondisi tersebut juga diharapkan membantu menjaga kualitas udara di Kota Pekanbaru tetap kondusif.

“Tak lama setelah pelaksanaan doa bersama tersebut, beberapa titik wilayah di Kota Pekanbaru mulai diguyur hujan,” kata Agung.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Polusi, Kabut Asap Picu 1.960 Kasus Gangguan Kesehatan di Riau

Pemerintah Kota Pekanbaru selanjutnya berharap kondisi cuaca bergerak ke arah yang lebih baik. Hujan yang turun menjadi momentum yang diharapkan dapat membantu meredakan dampak kemarau yang tengah dirasakan.

Pelaksanaan salat Istisqa secara serentak juga menunjukkan bahwa pemerintah melibatkan masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca tersebut. Kegiatan dilakukan bersamaan di 15 kecamatan sehingga partisipasi tidak terpusat pada satu wilayah saja.

Masjid Paripurna Al-Kautsar menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Di lokasi itu, Agung Nugroho bersama jemaah menunaikan salat Istisqa sebelum menyampaikan harapan agar hujan segera turun secara lebih merata.

Sementara itu, masyarakat di kecamatan lain mengikuti pelaksanaan salat Istisqa di Masjid Paripurna wilayah masing-masing. Kehadiran ribuan jemaah membuat kegiatan berlangsung secara serentak di berbagai bagian Kota Pekanbaru.

Salat Istisqa sendiri merupakan ibadah yang dilaksanakan untuk memohon turunnya hujan. Dalam konteks Pekanbaru, pelaksanaan kali ini berlangsung ketika pemerintah dan masyarakat menghadapi kondisi panas serta potensi kekeringan di wilayah Riau.

Karena itu, perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan ibadah. Harapan berikutnya adalah perubahan kondisi cuaca yang dapat membantu mengurangi dampak kemarau dan menjaga keadaan udara di Kota Pekanbaru.

Baca Juga :  Kabut Asap Masih Selimuti Riau, OMC Kembali Semai 3 Ton Garam ke Enam Daerah

Agung menegaskan kembali harapannya agar hujan terus turun setelah pelaksanaan salat Istisqa. Bagi Pemko Pekanbaru, keberlanjutan curah hujan menjadi hal penting untuk membantu meredakan dampak musim kemarau.

“Hari ini di 15 kecamatan, tidak hanya di Marpoyan Damai, seluruh Masjid Paripurna di Kota Pekanbaru melaksanakan salat Istisqa secara serentak,” ujar Agung.

Pelaksanaan salat Istisqa pada Rabu tersebut menjadi bagian dari respons Pemko Pekanbaru terhadap kondisi cuaca yang panas dan potensi kekeringan. Pemerintah mengajak masyarakat menghadapi situasi tersebut melalui doa bersama di seluruh wilayah kota.

Kini, perhatian tertuju pada perkembangan cuaca setelah hujan mulai mengguyur sejumlah titik. Pemko Pekanbaru berharap, curah hujan meningkat sehingga kondisi kemarau dapat segera mereda dan kualitas udara tetap terjaga. (why)

Salat Istisqa Pekanbaru digelar serentak di 15 kecamatan. Hujan mulai turun di sejumlah titik dan Pemko berharap kemarau segera mereda. (why)