PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Sebaran titik panas atau hotspot di Riau kembali menunjukkan peningkatan di tengah memburuknya kualitas udara Pekanbaru.
Data pemantauan terbaru sampai pukul 23.00 WIB malam tadi menunjukkan, terdapat 96 hotspot yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.
Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah titik panas paling tinggi. Daerah tersebut menyumbang 70 hotspot. Setelah Indragiri Hulu, jumlah hotspot tertinggi tercatat di Dumai dengan tujuh titik dan Pelalawan enam titik.
Sebaran titik panas tidak hanya terkonsentrasi di tiga wilayah tersebut. Kampar dan Indragiri Hilir masing-masing terpantau memiliki empat hotspot. Kemudian Siak terdapat dua titik.
Hotspot juga ditemukan di Bengkalis, Kepulauan Meranti dan Rokan Hulu, masing-masing satu titik.
Peta sebaran tersebut menunjukkan aktivitas titik panas masih ditemukan di sejumlah wilayah Riau. Kondisi ini menjadi perhatian karena keberadaan hotspot dapat berkaitan dengan potensi kebakaran lahan dan hutan, terutama ketika kondisi atmosfer mendukung penyebaran asap.
Ribuan Hotspot Terdeteksi di Sumatera
Tekanan hotspot juga tidak hanya terjadi di Riau. Data pemantauan menunjukkan terdapat 4.127 hotspot di kawasan Sumatera.
Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas paling tinggi, yakni mencapai 2.878 titik. Lampung berada di urutan berikutnya dengan 468 hotspot. Bangka Belitung tercatat 318 titik, sedangkan Jambi memiliki 285 hotspot.
Hotspot juga ditemukan di Bengkulu sebanyak 31 titik, Sumatera Barat 24 titik, Kepulauan Riau 15 titik dan Sumatera Utara 12 titik.
Tingginya jumlah hotspot di sejumlah provinsi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam perkembangan kondisi asap di kawasan Sumatera.
Hotspot dan Kualitas Udara Jadi Perhatian
Peningkatan hotspot di Riau terjadi ketika kualitas udara Pekanbaru berada pada kondisi yang kurang baik.
Selasa pagi, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru mencapai 143,4 µg/m³ pada pukul 08.00 WIB dan masuk kategori sangat tidak sehat. Sehari sebelumnya, konsentrasi PM2.5 bahkan sempat menyentuh 253,4 µg/m³ sekitar pukul 22.00 WIB.
BMKG juga memprakirakan udara kabur akibat asap masih berpotensi muncul di sejumlah wilayah Riau sepanjang Selasa.
Kondisi tersebut dapat berdampak pada jarak pandang. Masyarakat diminta memperhatikan perubahan kondisi udara, khususnya ketika aktivitas dilakukan di luar ruangan.
Forecaster On Duty BMKG, Yudhistira M mengatakan, masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan kekaburan udara yang dipicu asap.
“Berpotensi terjadi kekaburan udara akibat asap (smoke) yang dapat menyebabkan penurunan jarak pandang dan kualitas udara,” kata Yudhistira M dalam informasi prakiraan cuaca Riau.
Indragiri Hulu Jadi Wilayah yang Perlu Dicermati
Dengan 70 hotspot, Indragiri Hulu menjadi daerah yang paling menonjol dalam pembaruan data kali ini.
Jumlah tersebut terpaut jauh dari daerah lain di Riau. Dumai berada di posisi berikutnya dengan tujuh titik, disusul Pelalawan enam titik.
Perkembangan hotspot dan arah pergerakan angin menjadi faktor yang perlu terus dipantau untuk melihat kemungkinan dampaknya terhadap kualitas udara di wilayah Riau, termasuk Pekanbaru.
Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi asap dan berkurangnya jarak pandang seiring masih ditemukannya titik panas di berbagai daerah. (mcr)






