Kabut Asap Menebal, Citilink Sempat Holding di Langit Pekanbaru

Ilustrasi. Kabut asap menebal di Pekanbaru, jarak pandang Bandara SSK II turun 1.600 meter dan Citilink sempat holding sebelum mendarat. (Foto: Liputan6)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kabut asap kembali menyelimuti Kota Pekanbaru, Selasa (15/9/2026) pagi. Kondisi tersebut tidak hanya membuat suasana kota tampak kelabu, tetapi juga mulai memengaruhi jarak pandang di sekitar Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II).

Jarak pandang di kawasan bandara tercatat sekitar 1.600 meter. Kondisi ini sempat membuat proses pendaratan salah satu pesawat harus menunggu beberapa saat.

Pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG936 yang datang dari Jakarta (CGK) sempat melakukan holding atau berputar di udara sebelum mendapat kesempatan mendarat.

Pesawat tersebut seharusnya tiba pada pukul 07.30 WIB. Namun, akibat kondisi jarak pandang yang terpengaruh kabut asap, pesawat baru berhasil mendarat sekitar pukul 07.45 WIB.

Baca Juga :  42 Hotspot Terdeteksi di Riau, Suhu Udara Mencapai 34 Derajat Celsius

Airport Operation Center Head Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Surya Bunayya mengatakan, kondisi jarak pandang pagi itu berada di kisaran 1.600 meter.

Menurutnya, pesawat Citilink sempat melakukan holding beberapa kali sebelum akhirnya berhasil mendarat dengan aman.

“Untuk jarak pandang saat ini rata-rata 1.600 di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Barusan landing Citilink alhamdulillah dan sempat holding beberapa kali,” kata Surya.

Aktivitas Penerbangan Masih Berjalan
Meski sempat terjadi penundaan singkat terhadap proses pendaratan Citilink, aktivitas penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru masih berlangsung.

Pesawat berikutnya masih dapat melakukan pendaratan selama kondisi jarak pandang memenuhi kebutuhan operasional penerbangan.

Surya berharap kabut asap tidak semakin pekat. Jika jarak pandang tetap berada pada kondisi yang memungkinkan, penerbangan dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Baca Juga :  Bedah Rapor 7 BUMD Riau, Ada yang Moncer, Stagnan Bahkan Tak Lagi Beroperasi

Kondisi visibilitas menjadi salah satu faktor yang terus dipantau oleh pihak bandara ketika kabut asap menyelimuti wilayah Pekanbaru. Perubahan jarak pandang dapat memengaruhi proses kedatangan maupun keberangkatan pesawat.

Pekanbaru Kelabu Pagi Hari
Kabut asap juga terlihat di sejumlah kawasan Kota Pekanbaru. Bangunan dan objek yang berada cukup jauh dari pandangan tampak samar akibat pekatnya kabut.

Situasi tersebut membuat wajah Kota Pekanbaru pada pagi hari terlihat berbeda. Langit tampak lebih kelabu, sementara jarak pandang masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan ikut berkurang.

Kondisi ini juga perlu menjadi perhatian pengguna jalan. Pengendara kendaraan bermotor disarankan lebih berhati-hati ketika melintas, terutama di ruas jalan yang jarak pandangnya mulai terbatas.

Baca Juga :  Bedah Rapor 7 BUMD Riau, Ada yang Moncer, Stagnan Bahkan Tak Lagi Beroperasi

Kabut asap yang terus menebal juga membuat perkembangan kualitas udara dan jarak pandang di Pekanbaru perlu terus dipantau, termasuk bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan. (trp)