42 Hotspot Terdeteksi di Riau, Suhu Udara Mencapai 34 Derajat Celsius

Sejumlah petugas melakukan pemadaman di lokasi karhutla. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Sebanyak 42 titik panas atau hotspot terpantau di Riau, Senin (14/9/2026) pagi. Kondisi tersebut muncul ketika prakiraan cuaca BMKG menunjukkan, sebagian besar wilayah Riau masih berpeluang mengalami udara kabur dan cerah berawan tanpa potensi hujan.

Data pemantauan BMKG yang diperbarui pukul 23.00 WIB malam tadi mencatat puluhan titik panas tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.

Di antara wilayah yang terpantau, Indragiri Hulu (Inhu) menjadi daerah dengan konsentrasi hotspot paling tinggi.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C. mengatakan, hotspot di Riau tersebar di beberapa wilayah dengan jumlah yang berbeda-beda.

Indragiri Hulu tercatat memiliki 22 hotspot. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan daerah lainnya di Riau.

Kuantan Singingi dan Siak masing-masing terpantau memiliki empat hotspot. Bengkalis menyusul dengan tiga titik panas.

Baca Juga :  Kabut Asap Menebal, Citilink Sempat Holding di Langit Pekanbaru

Sementara Pelalawan tercatat memiliki dua hotspot. Adapun Kampar, Rokan Hilir, Rokan Hulu dan Kota Dumai masing-masing terdapat satu titik panas.

Data tersebut menunjukkan sebaran hotspot tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan, tetapi muncul di sejumlah wilayah Riau.

Jumlah hotspot di Riau tersebut menjadi bagian dari pemantauan regional Sumatera. BMKG mencatat terdapat 1.452 titik panas yang tersebar di berbagai provinsi di Pulau Sumatera.

Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling tinggi, yakni mencapai 1.026 titik.

Jambi berada di urutan berikutnya dengan 137 hotspot. Lampung tercatat 91 titik, sedangkan Kepulauan Bangka Belitung mencapai 97 titik.

Provinsi lainnya juga terpantau memiliki hotspot, yakni Bengkulu 25 titik, Kepulauan Riau 21 titik, Sumatera Barat sembilan titik dan Sumatera Utara empat titik. Di tengah sebaran tersebut, Riau menyumbang 42 titik panas.

Baca Juga :  Bedah Rapor 7 BUMD Riau, Ada yang Moncer, Stagnan Bahkan Tak Lagi Beroperasi

Situasi hotspot terjadi bersamaan dengan kondisi atmosfer Riau yang diprakirakan masih didominasi udara kabur dan berawan pada Senin.

BMKG memperkirakan pagi hari sejumlah wilayah Riau akan mengalami udara kabur hingga berawan. Memasuki siang dan sore, kondisi diprakirakan berubah menjadi udara kabur hingga cerah berawan.

Pada malam hingga dini hari, udara kabur dan berawan kembali berpotensi terjadi.

Kondisi tersebut membuat jarak pandang dan kualitas udara tetap perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama di daerah yang berada dekat dengan titik panas.

Suhu Mencapai 34 Derajat Celsius
Dari sisi temperatur, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada rentang 23 hingga 34 derajat Celsius. Kelembapan udara berkisar 50 sampai 98 persen.

Baca Juga :  Bedah Rapor 7 BUMD Riau, Ada yang Moncer, Stagnan Bahkan Tak Lagi Beroperasi

Angin diperkirakan bergerak dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan sekitar 10 hingga 40 kilometer per jam.

Sementara kondisi perairan Riau relatif aman dari gelombang tinggi. BMKG memprakirakan tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter dan masih masuk kategori rendah.

Dengan masih terpantau puluhan hotspot dan prakiraan cuaca yang cenderung kering tanpa potensi hujan, masyarakat di wilayah rawan kebakaran lahan dan hutan diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api. (ria)